82 Jurnalis Tewas Akibat Covid-19 di Negara Ini

Banyak jurnalis tidak memiliki uang untuk membeli APD

82 Jurnalis Tewas Akibat Covid-19 di Negara Ini
Rabu (19/8/2020) seorang pastor katolik memimpin misa virtual untuk 22 jurnalis yang meninggal karena covid-19 di Peru. (AP Photo/Rodrigo Abd)

JAKARTA - Sebanyak 82 jurnalis di negara Peru meninggal sejak 16 Maret hingga Agustus 2020 akibat Covid-19. Tidak adanya fasilitas alat pelindung diri (APD) yang baik dari perusahaan menjadi salah satu penyebabnya. 

“Apa yang terjadi dengan jurnalis di Peru merupakan cerminan dari apa yang terjadi dengan populasi Peru,” kata Zuliana Lainez, Sekretaris Jenderal Asosiasi Jurnalis Nasional Peru, dikutip dari AP News. 

Menurut Lainez memang banyak dari para jurnalis yang meninggal sudah memasuki umur lansia. Namun lainnya karena tidak ada kemampuan untuk membeli APD memadai dalam melaksanakan tugas-tugasnya. 

Seperti negara lain, Peru telah berjuang untuk mendapatkan data dan menyelesaikan ketidaksesuaian terkait COVID-19. Dokter terkadang mengaitkan kematian dengan penyakit berdasarkan gejala, bukan hasil tes. Ada pertanyaan tentang keakuratan akta kematian. Apalagi di masa-masa awal pandemi, ada stigma yang melekat pada kematian terkait virus corona.

Ricardo Burgos Rojas, dekan salah satu perguruan tinggi, mengatakan banyak dari mereka adalah pekerja lepas dan beberapa bekerja untuk Panamericana Television, TV Peru, Agencia de Noticias Andina, Radio Exitosa dan outlet lainnya.

Korban Peru lebih dari dua kali lipat dari 40 kematian yang dilaporkan jurnalis di negara tetangga Ekuador, dan total 171 jurnalis di Amerika Latin dilaporkan meninggal karena penyakit tersebut, menurut kantor regional Federasi Jurnalis Internasional. Namun, kelompok nirlaba Fundamedios mengatakan pada 11 Agustus bahwa jumlah jurnalis yang tewas di Ekuador adalah 20.(Sp)