Denda Progresif Menanti Pelanggar Protokol Kesehatan di DKI

Individu kelipatan Rp 250 ribu, pelaku usaha kelipatan Rp 50 juta

Denda Progresif Menanti Pelanggar Protokol Kesehatan di DKI
Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menerapkan denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Data pelanggar telah terinput di aplikasi Jakarta Awasi Peraturan Daerah (JakAPD).

"Denda progresif sudah mulai berjalan karena aplikasinya kan sudah jalan. Senin kemarin kita sudah menginput dengan aplikasi JakAPD," ujar Arifin, Kasatpol PP DKI Jakarta, Jumat (11/9).

Menurutnya, data pelanggar protokol kesehatan yang disanksi sebelum JakAPD diluncurkan belum diinput ke dalam aplikasi. Hal itu karena pelanggarnya masih diberikan sanksi berdasarkan Pergub Nomor 51 Tahun 2020. Sementara sanksi denda progresif baru berlaku di Pergub Nomor 79 Tahun 2020.

Untuk diketahui, dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 75 Tahun 2020, setiap orang yang mengulangi pelanggaran tidak menggunakan masker dikenakan denda administratif kelipatan Rp 250 ribu.

Sedangkan setiap pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab perkantoran, tempat kerja, tempat usaha, tempat industri, perhotelan/penginapan lain yang sejenis atau tempat wisata, yang mengulangi pelanggaran tidak melaksanakan kewajiban perlindungan kesehatan masyarakat denda administratif kelipatan Rp 50 juta.(Sp)