Jokowi Instruksikan TNI-Polri Netral di Pilkada 2020

Pilkada 2020 juga harus bebas dari politik identitas dan SARA

Jokowi Instruksikan TNI-Polri Netral di Pilkada 2020
Presiden RI Joko Widodo.(screenshot Youtube Sekretariat Presiden)

JAKARTA - Dalam gelaran Pilkada serentak 2020, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh aparat TNI dan Polri bersikap netral.

"Saya minta kepada aparat birokrasi TNI dan Polri tetap terus bersikap netral dan tidak memihak pada pasangan calon tertentu," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas 'Lanjutan Pembahasan Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak' yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (8/9/2020).

Tidak hanya itu, Jokowi menginstruksikan kepada TNI-Polri untuk ikut mensosialisasikan serta mendisiplinkan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan saat tahapan Pilkada.

"Penyelenggaraan pilkada harus dilakukan dengan norma baru dengan cara baru. Dan pada kesempatan ini saya minta kepada semua pihak, kepada penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu, aparat pemerintah, jajaran keamanan dan penegak hukum, kepada seluruh aparat TNI dan Polri, seluruh tokoh masyarakat atau organisasi untuk aktif bersama-sama mendisiplinkan masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan," tegasnya.

Jokowi pun tidak akan mentolerir jika ada kelompok ataupun peserta Pilkada yang menggunakan politik identitas dan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Jangan membiarkan penggunaan bahasa-bahasa, penggunaan narasi, simbol-simbol yang membahayakan persatuan dan kesatuan. Masyarakat harus ada ketegasan, jangan sampai menggunakan politik politik identitas, politik SARA. Karena itu akan membahayakan persatuan dan kesatuan. Ini yang harus dicegah," tandasnya.