Lihat Jenazah Teronggok Di Tanah, Ashanty Teriak Ketakutan

Di Desa Terunyan Bali, jenazah orang yang sudah meninggal memang tidak dikubur di dalam tanah, melainkan diletakan begitu saja di atas tanah

Lihat Jenazah Teronggok Di Tanah, Ashanty Teriak Ketakutan
Instagram

Setelah beberapa hari menikmati beragam keindahan Pulau Dewata, Anang Hermansyah dan keluarga akhirnya mencoba mengisi liburan mereka dengan sesuatu yang sedikit ekstrim. Ya, bersama rombongan Keluarga The Hermansyah berkunjung ke Desa Terunyan, yang terkenal hingga ke mancanegara lantaran prosesi pemakamannya yang unik.

Di desa ini, jenazah orang yang sudah meninggal tidak dikubur di dalam tanah, melainkan diletakan begitu saja di atas tanah. Tidak heran, jika pengunjung yang datang ke Pemakaman Desa Terunyan, dapat melihat secara langsung jenazah-jenazah, baik yang masih utuh maupun yang sudah tinggal tulang belulang.

Ashanty sendiri sempat memekik ketakutan, saat melihat jenazah-jenazah utuh maupun yang tinggal tulang belulang yang ada di Pemakaman Desa Terunyan. “Ih Serem ah. Aku gak mau kalau disuruh lihat dari dekat, takut,” ujar Ashanty saat diminta mendekat ke area makam.

Berbeda dengan Ashanty, yang hanya berani melihat Pemakaman Desa Terunyan dari jauh, Anang justru mendatangi langsung pemakaman tersebut dan melihat jenazah-jenazah yang ada dari dekat. Namun yang membuat Anang terkesima, meski jenazah-jenazah tersebut dibiarkan teronggok di tanah, namun tidak tercium sedikitpun bau busuk dari jenazah tersebut. Usut punya usut, konon bau busuk jenazah tersebut dihisap oleh Pohon Teru Menyan, yang berdiri kokoh di pemakaman tersebut.

“Ini masih ada jenazah yang utuh. Anehnya gak ada bau busuk sama sekali di sini. Konon, hal ini bisa terjadi karena adanya pohon Teru Menyan yang berdiri di tengah-tengah pemakaman ini. Ini luar biasa loh. Dan Pemakaman Desa Terunyan ini sudah terkenal hingga ke mancanegara,” ungkap Anang yang tak bisa menutupi kekagumannya.

Di Sema Wayah, pemakaman suci bagi orang-orang yang meninggal secara wajar, pengunjung memang akan disuguhi pemandangan tak biasa. Jika biasanya prosesi pemakaman di Bali, dilakukan dengan ritual Ngaben, maka di Desa Adat Terunyan, jenazah akan diletakkan di atas tanah. Ada 11 makam di sana, dimana setiap jenazahnya dilindungi pagar dari bambu, untuk mencegah binatang memakan atau merusak jenazah.

“Sebelum dimakamkan akan ada doa-doa terlebih dahulu seperti masyarakat Bali pada umumnya. Setelah itu, bgar jenazah diletakkan di tempat yang sudah ditentukan dam diberi kurungan bambu agar tidak dimakan binatang,” kata Jero Alit Gangga, seorang budayawan spiritual Bali. (Car)