Oknum Pengamanan Kejari Tangsel Diduga Melakukan Tindak Kekerasan Kepada Wartawan

0 15

SPcom TANGSEL – Danang Andrio wartawan media tangseloke.com menjadi korban kekerasan dari oknum petugas keamanan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel.

Dari keterangan Danang, saat itu ia mendapatkan informasi terkait kegiatan yang dilakukan di Kejari, Jumat (19/2/2021) malam.

Setibanya di sana sekitar pukul 20.00 WIB, Danang yang memperkenalkan diri sebagai wartawan di pintu masuk menanyakan acara tersebut.

“Dan saya pun berkata, izin saya wartawan dan informasinya ada giat serah terima jabatan Kepala Kejari?. Kemudian dijawab oleh petugas, ‘Oh sudah tadi siang itu’, jawab petugas,” ungkap Danang saat dikonfirmasi, Senin (22/2/2021).

Danang pun bergeming, dan kembali menanyakan lebih detail terkait acara pisah sambut Kajari Tangsel dari Nur Elina Sari yang digantikan Aliyansyah. Tetapi petugas keamanan tidak memberikan izin masuk, dengan alasan tidak ada perintah.

“Saya pun, memutuskan untuk menunggu tepat di pelataran depan gerbang pintu keluar,” katanya.

Tak berselang lama, Danang mengaku dihampiri oleh seorang yang diduga pegawai Kejari Tangsel bernama Viktor. Lalu sekitar pukul 21.30 WIB, ia kembali didatangi seseorang pegawai yang mengaku bernama Dinata. Dan, kembali ditanyakan mengenai maksud dan tujuan Danang di lokasi.

“Setelah berbincang cukup lama, pria yang mengaku bernama Dinata, sempat mengajak saya ngopi dan saya pun menolak. Saya memilih untuk tetap di lokasi sambil menyelesaikan tulisan berita saya,” tuturnya.

Pada pukul 23.15 WIB dengan kondisi hujan lebat dan satu per satu orang yang menghadiri acara tersebut sudah keluar dari Gedung Kejari Tangsel. Danang yang berniat berpindah tempat, mencari tempat berteduh dari lebatnya hujan.

“Saya melangkah ke dalam berniat mencari tempat atau numpang untuk berteduh. Namun, sangat disayangkan, baru sekitar 5 meter dari gerbang pintu keluar, sejumlah petugas keamanan dari arah pos berteriak sambil berlari,” jelasnya.

Danang mengungkapkan ada perlakuan kasar diterimanya. “Saya pun pasrah tanpa perlawanan hanya dapat berteriak minta tolong. Teriakan saya terhenti seketika saat lengan petugas dari arah belakang mencekik leher saya,” tuturnya.

Telpon genggam milik Danang direbut paksa dan beberapa data dihapus oleh petugas tersebut. “Saya bagaikan seorang penjahat berbahaya saja. Dengan kondisi badan yang sulit untuk dapat berontak,” lanjutnya.

Danang pun sempat dibawa oleh petugas keamanan Kejari Tangsel ke Polres Tangsel. “Entah tujuan mereka membawa saya ke sana apa. Saya juga bingung, karena jika saya melakukan kejahatan, saya pasti diproses dan ternyata tidak,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Tangsel, Ryan Anugrah belum dapat mengkonfirmasi kejadian tersebut dikarenakan sedang ada giat di Kota Serang.

“masih diserang giat luar,” jawab ryan melalui pesan singkat Whatsapp. (kor)

Leave A Reply

Your email address will not be published.