Rupiah Diperkirakan Akan Menguat Setelah Lebaran 2021

0 124

SPcom JAKARTA – Pada Senin, 17 Mei 2021 dikabarkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan masih terus berfluktuasi. Walau begitu, rupiah masih bertahan di kisaran level Rp14.200 per dolar AS.

Saat pembukaan perdagangan pagi ini di pasar spot, rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.250 per dolar AS. Bergerak melemah 0,58 persen dari penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp14.197.

Adapun data terakhir kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar (Jisdor) Bank Indonesia pada pukul 15.15 WIB kemarin telah menetapkan nilai tengah rupiah di level Rp14.203 dari hari sebelumnya Rp14.198.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, kondisi ini tidak terlepas dari data-data perekonomian dalam negeri yang masih menunjukkan perlambatan meskipun terus tumbuh mengarah ke pemulihan.

“Penjualan ritel Indonesia terus menunjukkan tanda pemulihan, meski masih terjadi kontraksi (pertumbuhan negatif) pada Maret 2021,” kata Ibrahim.

Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Maret 2021 sebesar 187,9. Angka ini naik 6,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau secara month to month (mtm).

“Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, masih terkontraksi 14,6 persen. Kali terakhir penjualan ritel mampu tumbuh positif secara tahunan adalah pada November 2019. Artinya, kontraksi sudah terjadi selama 16 bulan beruntun,” tuturnya.

Dengan sentimen-sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah dalam perdagangan sepanjang hari ini akan terus berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14.180-Rp14.225.

Ini dipengaruhi oleh Kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve yang diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan moneter dovishnya sampai ada tanda inflasi yang lebih tinggi. (SP)

Leave A Reply

Your email address will not be published.