Pemerintah Minta Pihak Kampus di Indonesia Turut Menangani Covid-19 dan Memulihkan Ekonomi Negara

0 50

SPcom JAKARTA – Perguruan Tinggi di Indonesia diminta oleh Pemerintah untuk mengambil peran dalam menangani informasi negatif yang dapat menghambat proses penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Pemerintah juga menilai peran kampus dapat membantu  program yang telah dibuat guna memulihkan ekonomi negara.

Salah satu program pemerintah yang diupayakan adalah Literasi Digital Nasional yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, sehingga diharapkan dapat menjadi sebuah gerakan yang mendorong berbagai inisiatif untuk melakukan kerja-kerja konkrit di tengah masyarakat.

“Gerakan ini baru saja diluncurkan Bapak Presiden Joko Widodo. Konsepnya multi stakeholders (gotong royong). Jadi, gerakan ini adalah kerja gotong royong supaya Indonesia makin cakap (digital) dalam memanfaatkan digitalisasi untuk kegiatan edukatif dan produktif,” kata Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital dan Tata Kelola Internet Kementerian Komunikasi dan Informasi, Donny Budi Utoyo, Sabtu (22/5/2021).

Perihal program tersebut disampaikan dalam Webinar Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), pada Sabtu, 22 Mei, yang membahas peran perguruan tinggi dalam komunikasi publik penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi.

Koordinator Tim Pakar, sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito sepakat mengenai pentingnya kerja sama yang baik dalam menangani pandemi COVID-19 disegala bidang di Indonesia.

Wiku mengatakan kerja sama itu harus terjalin bukan hanya di Indonesia saja, namun juga kerjasama bersifat gotong royong yang melibatkan seluruh bangsa dan negara di dunia. Alasannya sederhana, karena setiap negara diharapkan dapat mengontrol mobilisasi manusia antar negara.

“Kita punya strategi, sistem, struktur, speed dan juga skill untuk mencapai target, (yaitu) yang sakit cepat sembuh, yang sehat tetap sehat. Target-target itu meliputi penekanan jumlah kasus, testingtracing, vaksinasi, perubahan perilaku, interoperabilitas data, sosialiasi masif dan melindungi yang rentan,” ujar Wiku. (SP)

Leave A Reply

Your email address will not be published.