Sopir Bus Semarang-Jakarta, Kini Hasyim Asyari Jadi ‘Sopir’ Pemilu RI

0 10

SPcom JAKARTA – Selain menjadi aktivis mahasiswa pada masanya, Hasyim Asyari ternyata punya pengalaman berkesan lainnya. Ia pernah menjadi sopir bus pariwisata Semarang-Jakarta. Kini, Hasyim Asyari juga menjadi ‘sopir’ demokrasi pemilu dengan menjadi Ketua KPU RI 2022-2027.

“Dulu sekali narik dapat Rp 150 ribu,” kisah Hasyim Asyari kepada wartawan, Minggu (6/11/2022).

Pengalaman itu ia jalani sejak 1993-1998. Ia menjadi sopir bus pariwisata saat liburan kuliah.

“Dulu tol cuma ada Cikampek-Jakarta,” ujarnya.

Hingga kini kemahiran membawa bus masih ia kuasai. Dengan cekatan, ia pernah jadi sopir tembak bus yang membawa rombongan KPU dalam kunjungan kerja ke Bali. Rombongan pun kaget Ketua KPU RI mahir bawa bus bongsor itu.

“Bisnis sampingan,” kata alumnus FH Unsoed itu.

Kini, Hasyim Asyari menjadi Ketua KPU RI. Di tangannya bersama para ‘kernet’ di KPU RI, Hasyim menjadi sopir bus demokrasi untuk membawa RI melewati Pemilu 2024 dengan aman dan jurdil. (SP)

“Mari kita sukseskan pemilu dengan jenaka,” ucap Hasyim Asyari beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, Hasyim lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 3 Maret 1973 dan menghabiskan masa kecilnya di Kudus, Jawa Tengah. Setelah itu, Hasyim melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH Unsoed) Purwokerto pada 1991-1995. Pada saat yang sama, Hasyim juga nyantri di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Karangsuci, Purwokerto.

Saat menjadi mahasiswa itu, Hasyim sudah kerap turun ke jalan. Salah satunya menentang kebijakan Presiden Soeharto yang melegalkan judi lotre lewat Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB).

Hasyim menjadi orator dan memimpin aksi. Massa yang terkumpul kala itu mencapai lebih dari 3.000 orang. Sebuah massa yang sangat besar di sebuah kota kecil Purwokerto di era rezim Soeharto.

Meski aktif di gerakan massa, Hasyim tidak melupakan studinya dan menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Utama I Unsoed serta berkesempatan mendapatkan upacara HUT RI ke-50 di Istana Merdeka pada 1995. Akhirnya Hasyim lulus dengan skripsi berjudul ‘Pembreidelan Pers: Studi Terhadap Pembatalan SIUPP Sebagai Bentuk Pembatasan Kebebasan Pers’.

Usai lulus, Hasyim menyelesaikan S2 dari Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dengan tesis ‘Demokratisasi Melalui Civil Society: Studi Tentang Peranan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dalam Pemberdayaan Civil Society di Indonesia 1971-1996’.

Adapun S3 didapatinya dari Sosiologi Politik, Department of Anthropology and Sociology, Faculty of Arts and Social Sciences, University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2012. Ia meraih PhD (Doctor of Philosophy) dengan mempertahankan disertasi ‘Konsolidasi Menuju Demokrasi: Kajian Tentang Perubahan Konstitusi dan Pilihan Raya 2004 di Indonesia’.

Untuk rekam jejak pekerjaan, Hasyim mengawali menjadi dosen di FH Undip dari 1998 hingga sekarang. Hasyim mulai menjadi anggota KPU sejak 2003 dengan menjadi anggota KPU Jateng pada 2003-2008. Sejak 2016, ia menjadi anggota KPU RI. Hasyim juga aktif menulis dan mencetak sejumlah buku.

Sebagai santri, Hasyim Asy’ari banyak ikut organisasi. Di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), anggota Lajnah Bahtsul Masa’il Diniyyah, Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Semarang (2000-2003) hingga Wakil Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah (2010-2014). Ia juga menjadi anggota Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (HTN-HAN) sejak 1998 hingga sekarang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.