suryapagi.com
NEWSREGIONAL

Heboh! Saldo Kartu Isi Bensin Hanya Rp 75 Ribu, Damkar Buka Suara

SPcom DEPOK – Sebuah video yang memperlihatkan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok mengeluhkan saldo kartu elektronik untuk pengisian mobil damkar terbatas, viral di media sosial. Damkar Depok pun buka suara atas hal tersebut.

Petugas damkar memvideokan peristiwa tersebut. Terlihat dia berada di sebuah pom dengan mobil damkar yang sedang berada di samping pengisian bensin. Dia kemudian menunjukkan 4 kartu elektronik untuk membeli bensin.

“Jaksa, untuk Pak Jaksa semua nih ya, solar habis semua Pak Jaksa. Nih mobil unit pemadam di pom bensin nggak ngisi. Tolong dah Pak Jaksa periksa ini semua. Tolong dah nih masa damkar libur,” kata perekam video.

Kemudian, ia menyoroti jumlah saldo di pom bensin tersebut yang tertera berisikan Rp 75 ribu. Kemudian kartu lainnya menunjukkan saldo nol rupiah.

“Nih 75 ribu semuanya. Dengan alasan udah berapa bulan ini kosong. Solar dibawa setengah kalau ada kebakaran, hitung waktu hitung waktu. Nih bagaimana ini, Pak Jaksa yang terhormat. Tolong panggilin dong emang kebiasaan nih. Emang kebakaran bisa nunggu solar apa. Pejabat diminta dulu solar baru diisi bukannya inisiatif anggarannya di dem aja, 2 bulan,” ujar perekam video.

Kadis Damkar Depok, Adnan Mahyudin menjelaskan terkait anggaran untuk pembelian bahan bakar mobil damkar. Ia mengatakan masing-masing UPT sudah memiliki anggaran.

“Perlu kami jelaskan secara singkat dan mungkin jelas ya bahwa kami terutama di UPT semuanya itu memang ada dana anggaran untuk bahan bakar solar untuk mobil tetapi dibagi menjadi ada 6. Satu yang di Mako sini, satu lagi kita punya 5 UPT dan anggaran itu ada di masing-masing unit,” kata Adnan, Rabu (10/7).

“Di Mako ada anggaran tersendiri, di UPT ada anggaran tersendiri. Sistem pembelanjaannya atau sistem pembiayaannya adalah disesuaikan dengan pemakaian solar,” tambahnya.

Dia mengatakan peristiwa video viral tersebut terjadi adanya kesalahpahaman. Dia mengatakan per bulan biaya pengeluaran bahan bakar akan di stop dulu untuk pengendalian.

“Jadi kejadian tadi itu mungkin terjadi kesalahpahaman ya, kesalahpahaman. Bahwa sebenarnya itu memang kita biasanya setiap sebulan itu menyampaikan pembayaran secara 5 juta ya. Nah kalau di UPT ini, biasanya satu bulan sesuai dengan pemakaian itu biasanya di-stop dulu, di-off dulu untuk pengendalian,” jelasnya.

Dia mengatakan apabila anggota danru menelepon Kepala UPT untuk meminta diisikan bahan bakar saat itu, maka akan langsung diisikan. Dia menegaskan kembali bahwa hal tersebut merupakan kesalahpahaman.

“Jadi sebenarnya kalau teman-teman anggota danru itu waktu itu bisa menelpon kepada Kepala UPT-nya atau kepada di sini di Mako ‘Pak, kami mengisi bensin’ Itu sebenarnya tinggal lapor. Kami tinggal bicara dengan BBM, tolong isi dulu. Bisa, itu sebenarnya seperti itu bisa,” tuturnya.

“Kalau memang ada laporan, tidak langsung datang, begitu aja kan. Sebenarnya bisa aja kan atau nggak waktu mengisi juga, apabila memang ada konfirmasi pada kami, pimpinan di sini, baik di UPT. Ya, kami akan isi kembali langsung dengan pom bensin,” tuturnya.

Dia mengatakan tak ada hambatan dalam pengisian bahan bakar. Dia juga menjelaskan dana untuk pembelian bahan bakar mobil damkar juga masih ada.

“Jadi sebenarnya tidak perlu ada hambatan sebenarnya dan kami jujur bahwa uang itu masih ada. Dan tidak ada kekosongan bahan bakar. Anggarannya masih banyak. Karena baru dipakai selama 6 bulan ya,” tutupnya. (SP)

Related posts

Waspada! Kerusakan Jalan Dalam Kota Argamakmur Sebabkan Kecelakaan

Sandi

Hari Ibu, Pemuda Pancasila DKI Gelar Baksos di Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan

Sandi

Viral! Rebut Penumpang, Angkot Hadang TransJakarta

Ester Minar

Leave a Comment