“Kita tuh punya ekspektasi super tinggi terhadap ibu. Ibu harus sempurna, nggak boleh marah, nggak boleh sedih,” tutur Marissa
SPcom JAKARTA – Kabar perceraian Marissa Anita dan Andrew Trigg mendadak mengguncang publik. Setelah 17 tahun menikah, sang aktris resmi mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Pusat pada 12 November 2025. Sidang perdana digelar pada Rabu (19/11). Di tengah ramainya kabar tersebut, potongan pernyataan Marissa dalam sebuah podcast kembali viral. Dalam tayangan itu, bintang A Normal Woman tersebut bicara blak-blakan tentang beratnya tekanan sosial terhadap para ibu di Indonesia.
“Kita tuh punya ekspektasi super tinggi terhadap ibu. Ibu harus sempurna, nggak boleh marah, nggak boleh sedih,” tutur Marissa. Ia menyebut ekspektasi yang tidak realistis itu sebagai bentuk toxic culture yang membuat banyak ibu merasa tidak boleh menunjukkan sisi manusiawinya. “Ibu tuh kayak dianggap bukan manusia, cuma punya satu sisi. Padahal jadi ibu itu messy, dan itu oke,” tegasnya.
Menurut Marissa, wajar bila seorang ibu sesekali menunjukkan sifat yang dianggap “tidak keibuan”. Jika perasaan terus ditekan, banyak ibu bisa mengalami tekanan mental yang berat. Meski pernyataannya kembali diperbincangkan di tengah proses cerai, Marissa belum memberi penjelasan apakah hal itu berkaitan dengan keputusannya mengakhiri rumah tangga. (SP)

