300 Ribuan Warga Tangsel Dicoret Dari Daftar PBI BPJS Kesehatan

Peserta PBI yang terkoreksi akan otomatis dialihkan kepesertaan menjadi BPJS mandiri

300 Ribuan Warga Tangsel Dicoret Dari Daftar PBI BPJS Kesehatan
Ilustrasi

TANGSEL - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan pangkas jumlah peserta BPJS kesehatan kelas 3 Kartu Indonesia Sehat (KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI). Lebih dari 300 warga peserta disarankan untuk beralih ke kepesertaan mandiri.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Deden Deni mengungkapkan, pada tahun 2018, Pemkot Tangsel menanggung 480 ribu peserta BPJS kesehatan. Kemudian setelah dievaluasi pada 2019 menjadi 470 ribu.

"Di awal 2020 hasil evaluasi ada 430 ribu, sampai dengan bulan Juli. Ke sini kita evaluasi lagi bagi orang yang betul-betul tidak mampu, data yang kita dapatkan dari Dinsos ya 112 ribu jiwa," paparnya, Rabu (29/7/2020).

Pihak Dinkes, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam penyalurannya agar tepat sasaran. "Di verifikasi dulu betul yang bersangkutan itu orang yang tidak mampu, dan layak dibantu melalui PBI nya," ucapnya.

Meskipun begitu, angka ini pun masih bisa berubah. Terutama untuk warga yang terdampak pemangkasan, dan merasa sangat tidak mampu untuk membayar iuran.

"Bisa diajukan kembali dari RT hingga Dinsos juga. Peserta PBI yang terkoreksi akan otomatis dialihkan kepesertaan menjadi BPJS mandiri," tandasnya.

Sekedar diketahui, anggaran yang ada untuk PBI di Tangerang Selatan untuk tahun 2020 sejumlah Rp 100 miliar. (Kor)