79 Kabupaten/Kota Langgar Aturan Pelaksanaan Pendidikan

Aturan telah tertuang dalam SKB empat kementerian

79 Kabupaten/Kota Langgar Aturan Pelaksanaan Pendidikan
Ilustrasi kegiatan sekolah dasar

JAKARTA – Sebanyak 79 kabupaten/kota di Indonesia melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) empat kementerian terkait pelaksanaan pendidikan di masa pandemi.

SKB tersebut dibuat oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ainun Na’im merinci, kabupaten/kota yang melanggar ada 18 dari zona hijau, 39 dari zona kuning, 20 dari zona oranye, dan 2 dari zona merah.

“Beberapa pelanggaran antara lain sudah melakukan pembelajaran tatap muka padahal tidak di zona hijau. Kemudian, yang di zona hijau, tingkat PAUD sudah masuk, padahal yang boleh baru yang SMA sederajat, atau tidak melaksanakan protokol kesehatan,” ungkapnya, Selasa (28/7/2020).

Menurutnya, untuk izin bagi sekolah di zona hijau, itu pun khusus bagi satuan pendidikan yang sudah mempersiapkan diri seperti membuat izin ke Kemenag, dan menyediakan perangkat penunjang pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah.

“Yang menjadi prioritas, tahapannya pertama adalah SMA/SMK/Madrasah Aliyah. Kemudian SMP dan MTs melanjutkan dua bulan pertama, bulan ketiga diikuti SD/SLB, dan bulan kelima baru PAUD/TK/TKLB,” tegasnya.

Namun apabila terjadi penularan atau penambahan kasus di kabupaten/kota, sekolah diharapkan untuk tutup kembali. Saat ini sudah ada 418 kabupaten/kota yang melaksanakan pendidikan sesuai dengan SKB 4 Menteri, dan 17 lainnya belum melapor.(Sp)