suryapagi.com
METRONEWSPOLRITNI/POLRI

Kadiv Humas Polri Buka Suara soal Tupoksi hingga Oknum: Polri Punya Sistem Imun Sendiri

SPcom JAKARTA — Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan komitmen Korps Bhayangkara dalam menjaga profesionalisme anggota serta keterbukaan terhadap kritik publik dan pers.

Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi bertajuk “Bicara Polisi, Publik dan Media” bersama jajaran pemimpin redaksi Forum Pimred Multimedia Indonesia (FPRMI) di Jakarta Pusat, Rabu, 9 September 2026.

Pertemuan diawali dengan penyerahan buku Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI karya Jimmy S. Harianto dan H.M.U. Kurniadi. Buku tersebut diserahkan langsung oleh H.M.U. Kurniadi selaku Ketua Dewan Penasihat FPRMI kepada Irjen Isir.

“Kita tidak akan bertanya yang berat-berat,” seloroh Kurniadi yang mencairkan suasana. Ia sempat menyinggung sejumlah isu nasional yang tengah menjadi sorotan, seperti koordinasi penegakan hukum, keterlibatan personel dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga dinamika internal kepolisian.

Perluasan Tugas Berlandaskan Regulasi

Menanggapi sorotan publik terkait ruang lingkup tugas kepolisian, Irjen Isir menjelaskan bahwa dinamika penugasan Polri selalu bersandar pada payung hukum yang sah.

“Tupoksi Polri sebagaimana diatur dalam Pasal 13 dan Pasal 14 UU Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri beserta penjelasannya. Tidak ada yang melanggar,” ujar Isir.

Isir juga menambahkan bahwa penempatan atau penugasan personel Polri di berbagai kementerian serta lembaga pemerintah lain sepenuhnya mengikuti kebutuhan institusi terkait dan regulasi yang berlaku.

Tindak Tegas Oknum dan Menjaga Integritas

Merespons pandangan publik seputar citra kepolisian di lapangan, jenderal bintang dua ini menekankan bahwa pimpinan Polri tidak pernah mentoleransi pelanggaran etik maupun hukum oleh anggota.

“Percayalah, masih banyak polisi baik di republik ini. Polisi yang tidak baik hanya segelintir oknum, dan pimpinan berkomitmen penuh untuk menindaknya,” tegasnya.

Menurut Isir, tindakan setiap personel di lapangan merupakan cerminan institusi secara menyeluruh. Karena itu, pengawasan berjenjang dan pembinaan internal terus diperkuat guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Peran Media dan ‘Sistem Imun’ Polri

Terkait hubungan kepolisian dengan pers, Isir menilai perbedaan sudut pandang dalam melihat sebuah peristiwa merupakan hal wajar dalam negara demokrasi. Fungsi kontrol sosial dari media dan masyarakat dinilai krusial sebagai bahan evaluasi berkala.

“Institusi Polri telah teruji memiliki sistem imun untuk memperbaiki dirinya sendiri,” tutur Isir, seraya menambahkan bahwa masukan publik justru memperkuat daya tahan dan perbaikan institusi ke depan.

Diskusi ini turut dihadiri sejumlah tokoh pers dan organisasi media, antara lain:

  • Yogi Hadi Ismanto, Komisioner Dewan Pers periode 2025–2028;
  • Hendry Ch Bangun, Ketua Umum PWI Pusat masa bakti 2023–2025 sekaligus Wakil Ketua Dewan Pers 2019–2022;
  • Asep Setiawan, Komisioner Dewan Pers periode 2019–2022;
  • Nurzaman, wartawan senior dan Dewan Pembina FPRMI;
  • Raja Pane, Ketua Forum Wartawan Kebangsaan;
  • Naek Pangaribuan, Koordinator Wartawan Kepolisian periode 2010–2020.

Related posts

Otorita Ibu Kota Negara: Pentingnya Komunikasi Lintas Budaya

Ester Minar

Heboh! Mahasiswi Penerima KIPK Bergaya Hedon-Pamer Barang Mewah, Pemerintah Angkat Bicara

Ester Minar

Dua Balita Tewas Saat Orangtua Halal Bihalal

Ester Minar

Leave a Comment