Air Terjun Dan Petilasan Jaka Tarub Kental Aroma Mistis

Petilasan Jaka Tarub di Air Terjun Sekar langit dipercaya menjadi tempat keramat yang banyak didatangi untuk melakukan ritual.

Air Terjun Dan Petilasan Jaka Tarub Kental Aroma Mistis
Ilustrasi Air Terjun Sekar Langit (Ist)

Bagi para pecinta hal-hal yang berbau msitis, bergerak ke sisi Utara Kota Magelang, Jawa Tengah, datang dan melenggang lah, ke lereng Gunung Telomoyo, yang mengalirkan aura metafisika. Ya, bagi sebagian masyarakat Jawa, Khususnya Jawa Tengah, Gunung Telomoyo memang menjadi salah satu pusat kekeramatan Tanah Jawa. Dari sini, lalu susurilah jalan setapak di Desa Telogorejo yang ada di kawasan Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Di sini, bersiaplah membawa hati yang tebal untuk memasuki air terjun Sekar Langit yang wingit alias keramat. Karena di tempat inilah, Jaka Tarub menuliskan sejarahnya. Sejarah yang sangat terkait dengan cerita raja-raja Jawa.

Konon, Jaka Tarub adalah sosok sentral, sekaligus penurun bibit Ratu Tanah Jawa. Kisahnya melegenda, terutama ketika ia terpana melihat tujuh bidadari yang sedang turun ke bumi, lantas mandi dan bermain riang, di Air Terjun Sekar Langit.

Sepotong Selendang milik Dewi Nawangwulan pun dibawanya pulang, membuat bidadari jelita ini tak bisa pulang ke langit, sehingga disuntingnya menjadi istri. Dari sini, kelak lahir nama-nama besar dalam sejarah dan legenda masyarakat Jawa,
termasuk raja-raja mataram yang legendaries.

Jaka Tarub adalah legenda paling popular bagi masyarakat Jawa. Ia tokoh yang dipercaya menurunkan raja-raja Jawa, termasuk Kasultanan Mataram hingga kini. Maka petilasan Jaka Tarub di Air Terjun Sekar langit dipercaya menjadi tempat keramat yang banyak didatangi untuk melakukan ritual. Tak heran, jika lokasi petilasan tersebut terkenal angker dan sinengker karena mengalirkan hawa mistik.

“Air terjun ini memang ada kaitannya dengan legenda Jaka Tarub saat bertemu dengan Dewi Nawang Wulan. Selain air terjun, terdapat juga sebuah petilasan (bekas peninggalan) atau tempat pertapaan Jaka Tarub di dekat air terjun utama,”
ungkap Mbah Yitno, kuncen Air Terjun Sekar Langit.

Ditambahkannya, sebagai tempat yang dikeramatkan, maka ada mitos terkait Air Terjun Sekar langit, dimana para pengunjung dilarang bertutur kata yang kurang baik demi menghormati kawasan air terjun ini. Larangan lain yang harus dipatuhi adalah pengunjung tidak boleh membuang sampah secara sembarangan. “Kalau dilanggar akan ada kejadian yang menimpa, entah kesurupan atau menjadi linglung,” pungkas Mbah Yitno. (Car)