Barang Bukti Narkoba Dimusnahkan. Kapolri: Takut Gak Kuat Iman

Narkoba yang dimusnahkan 1,2 ton sabu, 35 ribu butir ekstasi dan 410 Kg ganja kering

Barang Bukti Narkoba Dimusnahkan. Kapolri: Takut Gak Kuat Iman
Kapolri Jendral Idham Azis musnahkan narkoba di Mapolda Metro Jaya

JAKARTA - Kapolri Jendral Idham Azis memimpin langsung pemusnahan barang bukti kasus narkoba yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ini sebagai antisipasi adanya penyelewengan dari jajaran Polri.

"Sebab musuh dari dalam adalah kita sendiri. Kalau gak kuat iman segenggam narkoba nilainya miliaran diambil. Karenanya untuk menghindari itu, saya perintahkan untuk cepat-cepat agar barang bukti narkoba ini dimusnahkan," ujar Idham di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/7/2020).

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan Polda Metro Jaya mulai bulan Mei-Juni 2020. Narkoba dimusnahkan dengan cara dimasukan ke incenerator.

Jumlah narkoba yang dimusnahkan, ada 1,2 ton sabu, 35 ribu butir ekstasi dan 410 Kg ganja kering.

"Kejahatan narkoba ini tergolong kejahatan luar biasa atau extraordanary crime dan lintas negara. Karenanya ini menjadi ancaman bagi bangsa khususnya generasi milenial dan dapat menyerang segala sendi kehidupan berbangsa," jelasnya.

Idham menegaskan, Indonesia harus bersih dari peredaran narkoba. Pihaknya juga akan terus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah masuknya narkoba dari luar Indonesia.

"Karena Indonesia tidak boleh jadi tempat transit, apalagi menjadi pasar peredaran narkoba ini," tegasnya.

Untuk 1,2 ton sabu yang dimusnahkan ini kata Idham, adalah hasil pengungkapan Satgas Merah Putih di Serang, Banten dan Sukabumi. Dimana sabu berasal dari Iran dan diselundupkan ke Indonesia melalui jalur laut.

Dalam kasus ini diamankan 16 tersangka dimana adalah empat diantaranya adalah warga negara asing (WNA) asal Yaman dan Pakistan.

Hadir dalam pemusnahan itu Ketua MPR Bambang Soesatyo, Komisi III DPR Herman Heri, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari dan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana.(Tito)