Bawaslu Tangsel Kejar Penyebar Broadcast WA Pendataan ASN

Bawaslu akan melakukan kroscek antara keterangan Sekel Jurang Mangu Timur dan Camat Pondok Aren

Bawaslu Tangsel Kejar Penyebar Broadcast WA Pendataan ASN
Ketua Bawaslu Tangsel Muhamad Acep

TANGSEL - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin memanas. Salah satunya kasus pesan di grup WhatsApp (WA) Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, yang berisikan arahan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengumpulakan data pegawai dan stakeholder.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangsel bergerak cepat, dengan melakukan penelusuran terkait adanya informasi tersebut, dengan memanggil Sekretaris Kelurahan (Sekel) Jurang Mangu Timur, Sidik, yang diduga penyebar pesar serta Camat Pondok Aren, Makum.

Namun, menurut Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep, isi pesan broadcast itu sendiri menimbulkan pertanyaan, apakah ada arahan untuk kandidat tertentu, atau adanya dugaan pelanggaran Undang-Undang nomor 5 tahun 2014, terkait netralitas ASN, dimana pada kalimat pesan broadcast tersebut masih abu-abu.

“Dari broadcast itu dilihat, apa ada upaya pemetaan yang dilakukan oleh Camat?, oleh pimpinannya? Pemetaannya juga belum jelas untuk siapa, karena kalimatnya masih abu-abu, iya dan tidak,” katanya kantor Bawasalu Tangsel, Jum’at (26/6/2020).

Acep berencana memanggil ulang Sidik, untuk meminta keterangan lebih jauh, dalam rangka penelusuran perkara tersebut. Karena bisa saja ada orang yang ingin memanfaatkan nomor siapa dengan mengetik dan sebagainya.

"Saya tanya camat, tahu ga nomor Sekel, jawabnya tidak tahu, dia hanya tau nama doang kan, jadi di handpone ada nama doang. Jadi nanti kita coba lagi ke Sekel, jangan-jangan Sekel juga ga tau nomor Camat, engga hafal, bukan ga tau. Lalu Camat juga menyampaikan tidak ada rapat seperti apa yang tertulis dalam broadcast itu,“ tambahnya.

Terpisah, pengamat sosial politik nasional Tamil Selvan, menanggapi perihal terkait. Menurutnya, saat ini perhelatan Pilkada masih dalah tahapan awal, saat belum adanya calon yang ditetapkan, sebaiknya para kandidat bersikap santai.

“Para kandidat jangan terburu-buru, santai saja. Karena kompetisi belum mulai, calon saja belom ditetapkan, jangankan calonnya, koalisi partainya saja masih belum pasti. Jadi para kandidat sebaiknya saat ini bersikap santai, di bawa slow aja, sehingga masyarakat tidak gaduh, tetap kondusif,” tandasnya.(Sp)