Bungkusan Misterius Di Pemakaman Di Kudus, Gemparkan Warga

Warga menduga, sembilan bungkusan kain kafan itu sebagai sarana ritual ilmu hitam

Bungkusan Misterius Di Pemakaman Di Kudus, Gemparkan Warga
Bungkusan Kain Kafan

Warga Desa Bakalan, Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Jawa tengah, dibuat gempar, saat sejumlah warga menemukan sembilan benda yang dibungkus dalam kain kafan. Benda yang memiliki ukuran seperti ukuran anak bayi itu, ditemukan di kawasan pemakaman setempat. Keterkejutan warga semakin menjadi, lantaran benda yang dikubur di kedalaman mencapai 30 centimeter itu, bukanlah sebuah jasad manusia, melainkan bangkai ayam.

“Benda-benda terbungkus kain kafan itu ditemukan terkubur di dua tempat yang terpisah, yakni di satu galian yang berisi lima bangkai, dan satunya lagi berisi empat benda. Benda-benda itu berupa foto seorang perempuan, jarum, bangkai ayam, serta kertas bertuliskan nama perempuan,” ungkap salah satu warga.

Tentu saja, peristiwa aneh dan tak masuk akal inipun memancing rasa ingin tahu warga sekitar, yang sontak berbondong bondong datang ke lokasi. Bahkan, proses pembongkaran makam yang dilakukan pada malam hari tak membuat warga takut. dengan cahaya lampu yang seadanya, mereka berbondong bondong menyaksikan pembongkaran makam yang dipimpin oleh pihak kepolisian setempat.

peristiwa penemuan benda misterius itu juga ramai dibahas di media sosial hingga viral. apalagi dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian yang turun tangan menangani kasus menggemparkan ini, ditemukan sejumlah benda tak lazim yang kabarnya sering digunakan dalam sebuah ritual tertentu. “ada jarum serta foto wanita di dalam setiap bangkai yang terbungkus kain kafan itu. ada juga sebuah tulisan yang mirip sebuah mantra,” ungkap AKP Agustinus David, Kasat Reskrim Polres Kudus kepada awak media.

Hingga kini, motif dibalik penemuan benda benda misterius ini memang masih simpang siur. Meski tak sedikit yang mengaitkan peristiwa ini dengan hal hal diluar nalar. Polisi sendiri masih terus mengusut siapa dalang di balik semua ini. “Semua masih kita selidiki, baik siapa pelaku serta motif di balik perbuatannya, yang telah meresahkan warga,” imbuh AKP Agustinus. (Car)