Catat! Tanggal Buka Mall dan Tempat Rekreasi di Jakarta

Mall hingga Taman Margasatwa Ragunan akan kembali beroperasi Juni ini

Catat! Tanggal Buka Mall dan Tempat Rekreasi di Jakarta
Plaza Blok M di Jakarta Selatan

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera membuka tempat rekreasi dan mall di masa PSBB transisi ini. Protokol kesehatan harus diperhatikan oleh seluruh pengelola.

Keputusan tersebut dibuat oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakrta yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 131 Tahun 2020 mengenai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Dalam SK tersebut sektor yang akan dibuka pun diatur tanggal operasionalnya saat PSBB transisi sekarang. Berikut sektor usaha pariwisata dan hiburan yang diperbolehkan beroperasi:

A. Tanggal 5 Juni 2020-2 Juli 2020
Fasilitas Olahraga Outdoor (Kecuali Kolam Renang)

B. Tanggal 8 Juni 2020-15 Juni 2020
Usaha jasa makanan dan minuman yang berdiri sendiri dan yang menjadi fasilitas hotel (Kecuali Bar) dapat melakukan pelayanan di tempat dan pesan antar. Kecuali yang beroperasi di mall, hanya take away

C. Tanggal 8 Juni 2020-2 Juli 2020
Pembukaan Museum dan Galeri

D. Tanggal 13 Juni 2020-2 Juli 2020
Pantai dan Wisata Kepulauan Seribu

E. Tanggal 15 Juni 2020-2 Juli 2020
 1. Pusat perbelanjaan (Mall)
 2. Usaha jasa makanan dan minuman yang berdiri sendiri dan yang menjadi fasilitas hotel serta yang beroperasi di pusat perbelanjaan/mall (Kecuali Bar) dapat melakukan pelayanan di tempat dan pesan antar.
 3. Jasa perawatan rambut (salon/barbershop)

F. Tanggal 20 Juni 2020-2 Juli 2020
 1. Taman Rekreasi Indoor dan Outdoor (Kecuali Waterpark)
 2. Kawasan Pariwisata
 3. Taman Margasatwa/kebun binatang

Dalam SK tersebut ditulis enam protokol umum terkait pengunjung atau wisatawan yang akan memasuki area wisata di DKI Jakarta. Enam protokol tersebut merupakan protokol secara umum di sektor usaha pariwisata.

Pertama Selalu menggunakan masker selama berada di area publik. Kedua, wisatawan dilarang membawa anak berusia kurang dari 5 tahun ke ruang publik dan tempat wisata.

Ketiga, wisatawan atau pengunjung diminta untuk melakukan budaya etika batuk atau bersin dengan menutup menggunakan kertas tisu saat batuk dan langsung membuangnya ke tempat sampah.

Keempat, pengunjung juga diminta untuk menjaga kebersihan tangan dengan sesering mungkin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizier.

Kelima, wisatawan diminta untuk menghindari menyentuh bagian tubuh yang terbuka seperti hidung, mata, wajah, lengan dengan sarung tangan kotor atau tangan yang belum dicuci.

Terakhir, wisatawan diminta tetap memperhatikan jaga jarak atau physical distancing minimal 1 meter dengan orang lain.

Semua bentuk usaha pariwisata pada masa PSBB transisi ini hanya diperkenankan beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% kapasitas normal. Karyawan diwajibkan pakai masker, memakai pakaian khusus kerja, dan tidak bersalaman dengan pelanggan.(Sp)