Gara-gara Layangan, Pria Ini Terancam 5 Tahun Penjara

Aliran listrik 71.121 pelanggan terputus akibat layangan memicu kebakaran di gardu

Gara-gara Layangan, Pria Ini Terancam 5 Tahun Penjara
Polisi menunjukan kerangka layangan terbakar. (Istimewa)

BALI - Kasus ini bisa membuat pelajar bagi masyarakat yang kini kembali menggandrungi layang-layang.

Dewa Ketut Sunardiya (50) warga Jalan Pelabuhan Benoa, Gang Rajawali, Banjar Pesanggaran, Pedungan, Denpasar, Bali harus berurusan dengan pihak kepolisian karena bermain layangan.

Hal ini karena, layangan "Bebean" yang berukuran besar, jatuh di gardu PT Indonesia Power. Akibatnya, gardu tersebut terbakar dan memutus aliran listrik untuk 71.121 pelanggan selama 5 jam.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 15.00. Tersangka bersama anaknya menerbangkan layang-layang di tanah lapang.

Namun ketika layangan tersebut di ketinggian sekitar 150 meter, DKS lelah dan mengikat tali layangan disebuah pohon. Kemudian ia dan anaknya pulang ke rumah.

Saat kembali, DKS melihat layangannya telah putus. Namun ia tidak berniat untuk mencari layangan tersebut.

"Gangguan tersebut disebabkan oleh layang-layang berukuran besar terjatuh tepat di Bus Bar 150 kV Gardu Induk (GI) Pesanggaran yang mengakibatkan padamnya 3 Trafo Gardu Induk dan Pembangkit Gas di Pesanggaran," ujar Jansen, Senin (20/7/2020).

Setelah mendapatkan laporan dari pihak PT Indonesia Power, kepolisian langsung mencari pemilik layangan yang jatuh tersebut. Ia pun berhasil ditangkap Senin (20/7/2020) sekitar pukul 12.30 WITA di rumahnya tanpa perlawanan.

Tersangka diamankan bersama barang bukti 1 gulung layangan, 1 buah rangka layangan yang terbakar, 1 buah konduktor, 1 buah isolator dan 1 buah kabel tembaga. 

"Sementara ini dia diamankan dan masih diperiksa keterangannya. Dia mengakui perbuatannya yang karena salahnya menyebabkan terjadinya ledakan pada salah satu gardu di TKP," tandasnya.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 188 KUHP Sub pasal 409 KUHP dengan hukuman pidana penjara selama-lamanya 5 tahun Sub pidana kurungan satu bulan.(Sp)