Hendrico Tampubolon: Bekerja dan Melayani Masyarakat Sebagai Ucapan Syukur ke Pencipta

Suryapagi, Tajam dan Berimbang, Hendrico Tampubolon, Bekerja, dan, Melayani, Masyarakat, Sebagai Ucapan Syukur ke Pencipta

Hendrico Tampubolon: Bekerja dan Melayani Masyarakat Sebagai Ucapan Syukur ke Pencipta
Hendrico Tampubolon memakai baju batik.
Hendrico Tampubolon: Bekerja dan Melayani Masyarakat Sebagai Ucapan Syukur ke Pencipta

Mengikuti jejak ayah yang merupakan petugas Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) zaman Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, Hendrico Tampubolon pun mulai meniti karirnya di Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Pria kelahiran Tanjung Priok, Jakarta Utara, 9 September 1969 ini, mengawali karir menjadi pegawai honorer Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur. Ia pun ditempatkan menjadi petugas penjaga peron di Terminal Bus Kampung Rambutan pada 1989.

"Saya kerja sambil kuliah malamnya. Menjadi honorer sekitar 10 tahun, lalu setelah selesai kuliah ikut tes dan menjadi CPNS tahun 1998," ujar Hendrico.

Karir alumni SMAN 15 Jakarta ini pun cukup cemerlang. Setelah berpindah-pindah menjadi staf, pada tahun 2010 ia pun dipromosikan menjadi Kepala Seksi PLLAJ Bidang Dalops Dinas Perhubungan DKI Jakarta hingga 2012. Lalu dari 2012 hingga 2014, Hendrico menjabat Kepala Seksi Pelayanan Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Kemudian saya pernah jadi Kabid Dalops Dinas Perhubungan DKI tahun 2014-2015. Oleh Kepala Dinas Perhubungan, saya diperintahkan untuk memperbaiki dan membuka kembali Unit Pengelola PKB Kedaung Angke," jelasnya.

Pada awal menjadi Kepala UP PKB Kedaung Angke, Hendrico menghadapi tantangan kondisi tempat kerjanya yang masih belum kondusif. Sarana dan prasarana belum terbangun baik.

"Jadi masih banyak rawanya, saya masih berkantor di Jati Baru. Lalu 2016, saya sudah mulai rapikan dan meminta untuk berkantor di sana agar lebih fokus menatanya," ucapnya.

Hendrico pun membuat banyak terobosan di lokasi Pengujian Kendaraan Bermotor Kedaung Angke. Dari lima lajur uji yang ada sebelumnya, pada 2019 lalu Hendrico menambah lagi dua lajur uji kendaraan. Tidak hanya itu, ia juga mengganti mesin uji lama dengan yang baru.

Untuk mempermudah wajib uji, PKB Kedaung Angke juga telah memberlakukan pendaftaran online. Sehingga wajib uji tidak harus mengantre untuk pendaftaran. Cukup datang sesuai jadwal usai membayar retribusi dengan pendaftaran online tersebut.

Hendrico pun memikirkan bagaimana wajib uji bisa nyaman saat menunggu antrean. Bukan sekedar memberikan ruang tunggu ber-AC, Hendrico juga merevitalisasi lahan di area UP PKB Kedaung Angke menjadi taman dengan berbagai fasilitas.

Taman itu memiliki fasilitas olahraga, jogging track. Selain itu ada kolam ikan, serta kandang interaksi hewan yang isinya ada kura-kura, iguana, kambing, dan ayam. Pihaknya juga membangun kolam untuk khusus terapi.

"Jadi bangunan PKB Kedaung Angke tidak hanya untuk pengujian kendaraan, tapi bisa juga menjadi tempat wisata. Banyak wajib uji membawa anaknya juga," tutur suami dari Rostiani ini.

Dengan adanya taman tersebut, para pegawai pun bisa merasakan kenyamanan dalam bekerja. Karena ketika jam istirahat, mereka bisa menikmati keteduhan taman. Bahkan dengan kerja bakti membersihkan kandang dan taman, bisa meningkatkan hubungan emosional antar pegawai.

Kesibukannya melayani masyarakat tidak melupakan dirinya untuk menyempatkan waktu bersama keluarga. Walaupun sebenarnya keluarga sudah sangat mengerti dengan tanggung jawabnya sebagai Kepala UP PKB Kedaung Angke, yang memberikan pelayanan dari Senin hingga Sabtu.

"Sampai saat ini keluarga sangat mendukung, mereka tahu tanggung jawab berat untuk pelaksana di Dishub menyita waktu. Jadi saya dan beberapa pegawai kalau Sabtu kan setengah hari, sering membawa keluarga ke sini. Mereka bertemu, ngobrol di taman, jadi sarana silaturahmi," tandasnya.

Agar terus bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Hendrico selalu menekankan agar jajarannya bisa bekerja dengan hati.

"Saya memiliki jargon 'Mari Kita Bekerja dan Layani Sebagai Ucapan Syukur ke Pencipta'. Sehingga saya dan pegawai di sini melayani benar-benar masyarakat, dan terlahir budaya kerja yang timbulnya dari hati," jelasnya. (SP)