Ingin Kerja di Restoran, 7 Anak Malah Dijadikan PSK di Koja

Pelaku mencari anak perempuan di bawah umur yang ingin bekerja di daerah Cianjur, Jawa Barat

Ingin Kerja di Restoran, 7 Anak Malah Dijadikan PSK di Koja
Pelaku ditangkap Polsek Koja

JAKARTA - Polsek Koja, Jakarta Utara membongkar praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Korban yang dijanjikan bekerja di restoran malah dipekerjakan menjadi PSK.

Adalah pasangan suami istri, Kamsa Nurcholis dan Dea Nivianwaru dibantu Suryadi yang tega membohongi anak di bawah umur tersebut. Modus pelaku, mencari anak-anak perempuan di daerah Cianjur, Jawa Barat yang ingin bekerja.

Kasus ini terbongkar karena adanya laporan masyarakat terkait kegiatan mencurigakan yang mengarah pada tindak mesum di Kost Idaman Simpang Lima Semper, Kelurahan Tugu Selatan.

“Pelaku kami tangkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa resah kalau di lokasi itu sering dipakai untuk asusila,” ujar Kompol Cahyono, Kapolsek Koja, saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2020).

Mendapat laporan, kemudian aparat Polsek Koja melakukan penggerebekan. Dari pengembangan, ditemukanlah tujuh anak dengan umur antara 15-16 tahun.

“Mereka dijanjikan akan dipekerjakan di restoran dengan gaji besar. Mereka tanpa sepengetahuan orangtuanya,” katanya.

Pelaku menawarkan jasa prostitusi melalui aplikasi Mi Chat. Korban dan pengguna jasa dipertemukan di kosan yang telah disewanya Rp 250 ribu per hari.

“Setiap kali kencan korban menerima uang Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Sedangkan, mucikari Rp 50 ribu sampai Rp100 ribu. Dalam sehari korban bisa melayani empat orang lelaki hidung belang, dan tidak ada target” ujarnya.

Cahyono mengatakan, penyidik akan melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat tinggal para korban untuk mengungkap korban lainnya.

“Nanti, Kami juga akan ke Cianjur. Tetapi sementara kami menyeliidiki kasus ini,” tandasnya.

Dari tangan ketiga pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 17 buah kondom merk Sutra, dua buah HP dan uang tunai sebesar Rp 200 ribu.

Akibatnya, pelaku dijerat dengan Pasal 2 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang(TPPP) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.(Tito)