Kementerian ATR/BPN akan Normalisasi Situ dan Kali

Ini langkah agar wilayah Jabodetabek tak banjir lagi

Kementerian ATR/BPN akan Normalisasi Situ dan Kali
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil

JAKARTA - Mencegah banjir di masa mendatang di wilayah Jabodetabek, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bakal menertibkan sejumlah lokasi yang menjadi rawan banjir.

Meski tak merinci dan menargetkan, namun Kemen ATR/BPN memastikan langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masalah banjir yang kerap terjadi di Jabodetabek.

Menteri ATR /BPN, Sofyan Jalil mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan dan memfungsikan kembali penampungan air yang ada di Jabodetabek.

“Banyak situ di Jabodetabek telah berubah fungsi. Kita sedang identifikasi mau mengembalikan kepada fungsi yang sebenarnya,” ujarnya di kawasan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (5/8/2020).

Sofyan mengatakan dalam proses penanganan banjir sendiri, pihaknya tidak bisa kerja sendiri. Karena itu dalam penangananan nantinya, dirinya mengajak sejumlah pihak mulai dari Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Banten, Pemprov Jawa Barat hingga kementrian lainnya. 

“Kemudian ditambah beberapa intansi dan dirjen terkait. Tujuannya agar ada sinkronisasi program. Untuk sinkronisasi program kita ada PMO (project manajemen office), yang akan mensikronisasi nanti berbagai program di berbagai kota provinsi di wilayah ini,” katanya.

Menurutnya penanganan pun akan dilakukan di sejumlah pihak, mulai dari membenahi hulu dengan mengaktivasi kembali hutan konservasi, lalu menangani hilir dengan membuat Giant Sea World di Teluk Ancol.

Sementara di tengahnya, yakni penanganan kali, akan dilakukan pemda. Sebab, Kata Sofyan, permasalahan disana berkaitan dengan kondisi kali. 

Sofyan kemudian menjelaskan seperti di kali Semanan wilayah Semanan, Kalideres. Di kawasan itu kondisi wilayah berbentuk cekungan membuat banjir kerap terjadi di kawasan itu. Penanganan dikawasan itu, kata Sofyan, murni dilakukan dengan memompa air  kali.

Kondisi berbeda terjadi di Tegal Alur, Kalideres. Banjir rob kerap terjadi di kawasan itu. Sofyan mengatakan mengatasi masalah itu Kementrian PUPR telah membuat tanggul raksasa atau giant sea world. 

Sofyan mengakui, sejak penanganan bersama banjir dikukuhkan Februari 2020 lalu, pihaknya mencatat banyak kondisi lahan perairan yang telah berubah fungsi. Karena itu, pihaknya menegaskan penertiban akan dilakukan. 

Dalam penertiban ini, Sofyan akan melibatkan TNI, Polri, dan Jaksa dalam penertiban nanti. Cara ini, katanya, dirasa cukup berhasil saat Pemprov Jabar menertibkan kawasan Ciliwung. 

Meski demikian, Sofyan enggan menjawab kapan penanganan di Jabodetabek akan selesai. Menurutnya yang dilakukan pihaknya dengan mendatangi sejumlah lokasi merupakan bagian sosialisasi.

“Payung hukumnya kan sudah dibuat. Sekarang tinggal penegakan, nanti akan ada sosialasi tambahan, somasi, dan baru penindakan,” tandasnya.(Tito)