Kisah Cinta Mahasiswi dan Buruh Ini Berakhir di Penjara

Janin yang sudah 9 bulan digugurkan dan mayat bayinya di buang ke kali

Kisah Cinta Mahasiswi dan Buruh Ini Berakhir di Penjara
Ilustrasi

JAKARTA - Kisah cinta TKF (20) seorang mahasiswi dan KS (20) tidak berakhir indah seperti dalam film percintaan. Karena keduanya akan mempertanggungjawabkan perbuatannya, menggugurkan kandungan hasil perbuatan mesum mereka.

Kapolres Metro Jakpus Kombes Heru Novianto mengatakan, kedua pelaku nekad menggugurkan anak yang dikandung selama 9 bulan karena malu belum menikah.

“Pelaku TKF ini berstatus sebagai mahasiswi dan kekasihnya berinisial KS adalah seorang buruh. Pelaku menggurkan kandunganya karena malu hamil sebelum menikah,” ujar Heru dikonfirmasi, Jumat (31/7/2020)

Heru menjelaskan, keduanya sempat menjalin hubungan selama 10 tahun lewat media sosial (medsos). Kemudian keduanya sering janjian bertemu, dari beberapa kali bertemu itu, keduanya sering berhubungan intim.

Menurut Heru, pelaku yang hamil lalu sempat menggugurkan kandungannya dengan cara menenggak obat cytotec yang dibeli lewat online dan jamu penggugur kandungan.

“Pelaku mengalami pendarahan di kamar mandi di rumahnya tanpa bantuan siapapun,” ucapnya.

Karena panik, kedua pelaku lalu pergi ke RSUD Kemayoran, Jakpus, pada 22 Juli 2020 lalu. Sebelum ke RS, pelaku sempat membuang mayat anaknya ke Kali Utan Kayu, RT 14/05, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakpus.

“Warga sempat menemukan mayat bayi di dalam kantong plastik di Kali Utan Kayu,” tuturnya.

Sementara temuan mayat janin tersebut dilaporkan ke Polres Jakpus. Polisi yang melakukan penyelidikan lalu mendatangi RSUD Kemayoran. Dan dari sini ditemukan petunjuk kalau pelaku yang melahirkan tidak wajar telah dirujuk ke RSUD Tarakan, Gambir. “Ketika kami lakukan penangkapan pelaku mengaku perbuatannya,” tandasnya.

Hingga kini kedua pelaku pelaku diamankan di Mapolres Jakarta Pusat guna proses hukum yang berlaku, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 76 c jo Pasal 80 ayat 1 jo Pasal 45 A jo Pasal 77 A UU RI Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 346 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun.(Tito)