Kisah Pilu Shaka, Bayi 18 Bulan Tertidur Selama Setahun

Shaka diduga mengidap Sleeping Beauty Syndrome atau Sindrom Putri Tidur

Kisah Pilu Shaka, Bayi 18 Bulan Tertidur Selama Setahun
Ilustrasi

Jagad maya dihebohkan dengan sebuah video tentang seorang bayi berusia 18 bulan, yang konon tertidur dengan pulas selama setahun belakangan ini. Bayi bernama Sakha itu, tertidur sejak usianya masih 8 bulan. Orang tua Shaka pun memperlihatkan kesehariannya merawat dan melakukan aktifitas balita ini melalui akun tiktok @shaka_17.

Wajah menggemaskan dan bobot badan Sakha sebenarnya sama seperti anak-anak seusianya. Namun, shaka tampaknya hanya bisa tertidur pulas dengan mulut terbuka. Kondisi ini membuat Shaka tidak bisa beraktivitas seperti balita pada umumnya. Semua kegiatan dari mulai penimbangan balita, bermain di atas mobil-mobilan, dicukur, jalan-jalan hingga kegiatan lainnya, semua dilalui Shaka sambil
terlelap.

Begitu pun saat makan dan minum, shaka yang disuapi sang bunda tampak juga sambil terlelap. “Ada banyak kemungkinan melihat apa yang dialami Baby Shaka. Bisa dikarenakan tumor pada otak yang mengganggu hormon yang mengatur waktu tidur dan bangun bayi. Hal inilah yang menjadi penyebab terganggunya proses tidur dan bangunnya,” ujar dokter Vito Damay, SpJP(K), Mkes, FIHA, FICA, FasCC, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Sang ibu menyebut, jika Shaka saat ini berusia 18 bulan dan sudah tertidur pulas sejak umurnya masih 8 bulan. Mengetahui kondisi anaknya yang sulit bangun dan membuka matanya, Shaka pun sempat mencoba beberapa pengobatan alternatif. “Bahkan demi kesembuhan Shaka, dia juga sempat dirukyah. Namun tetap saja belum membuahkan hasil. Alih-alih bergerak, anak saya justru kian lelap dalam tidur panjangnya,” ujar sang ibu.

Dokter yang sempat memeriksa Shaka mendiagnosis, jika Shaka mengidap Sleeping Beauty Syndrome atau sindrom putri tidur. Di dunia medis, kondisi yang dialami shaka disebut juga dengan sebutan Klein-Levin Syndrome atau KLS.

“Sindrom Putri Tidur penyakit langka. Penderita biasanya akan kelebihan waktu tidur namun tidak setiap waktu. Bisa jadi penderita akan terus mengantuk dan tidur hingga 20 jam setelah itu bangun dan kemudian tidur lagi. Tapi kalau terus menerus tidur selama 24 jam dan dalam jangka setahun, ini memang langka. Jadi perlu pemeriksaan lenih lanjut, khususnya untuk melihat aktifitas otaknya selama dia tertidur,” tandas Dokter Vito. (Car)