Operasi Patuh 2020, Ini 15 Pelanggaran yang Bakal Ditindak

Meskipun lebih humanis, tidak mempengaruhi dalam penegakan aturan hukum

Operasi Patuh 2020, Ini 15 Pelanggaran yang Bakal Ditindak
Ilustrasi

JAKARTA - Korlantas Polri akan memulai Operasi Patuh 2020 pada 23 Juli hingga 5 Agustus mendatang. Target operasi hanya akan berada di titik rawan pelanggaran.

Razia-razia akan diminimalisir untuk mencegah timbulnya keramaian yang berpotensi adanya penularan Covid-19. Pelanggaran apa saja yang akan dibidik oleh Korlantas dalam Operasi Patuh 2020?

Ini 15 jenis pelanggaran yang akan ditindak :

1. Menggunakan handphone saat berkendara

2. Menggunakan kendaraan bermotor di atas trotoar

3. Mengemudikan kendaraan bermotor secara melawan arus

4. Mengemudikan kendaraan bermotor di jalur busway

5. Mengemudikan kendaraan bermotor melintas di bahu jalan

6. Sepeda motor melintas atau masuk jalan tol.

7. Sepeda motor melintas di jalan layang non-Tol

8. Mengemudikan kendaraan bermotor melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL)

9. Pengemudi yang tidak memberikan prioritas kepada pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan

10. Mengemudikan kendaraan bermotor melebihi batas kecepatan

11. Mengemudikan kendaraan bermotor tidak menggunakan helm SNI

12. Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari

13. Mengemudikan kendaraan bermotor yang membiarkan penumpang tidak menggunakan helm

14. Mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan kereta api yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup

15. Mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan.

Sebelumnya Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono juga mengatakan bahwa operasi ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis. Untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat di era new normal.

"Cara bertindak dilakukan dengan preemtif, preventif dan persuasif kepada masyarakat dengan orientasi kedisiplinan, baik di ruang publik maupun pelayanan publik. Dan hindari tindakan yang kurang simpatik pada momentum operasi ini," ujar Istiono seperti dikutip laman Korlantas Polri.

Dalam operasi ini polisi lalu lintas yang bertugas juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu petugas juga harus menggunakan APD agar semakin memperkecil penularan virus.(Sp)