Pelaku Tawuran Geng "Romusha vs Pesing Koneng" Ditangkap

Tawuran terjadi karena sebelumnya anggota geng saling cekcok di Instagram

Pelaku Tawuran Geng "Romusha vs Pesing Koneng" Ditangkap
Kombes Pol Audie Latuheru tunjukan senjata yang dipakai tawuran

JAKARTA - Sekelompok pemuda ditangkap Polres Metro Jakarta Barat akibat melakukan tawuran di Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Minggu (5/7/2020). Tawuran ini telah direncanakan para pelaku melalui aplikasi Instagram.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Audie Latuheru mengatakan, akibat tawuran tersebut jatuh korban luka, RE (19) akibat dibacok pada bagian wajah dan lengan. Selain itu ada juga korban MAS (15).

"Korban mendapatkan 20 jahitan di muka dekat pelipis dan tangan," ujarnya, saat konferensi pers, di Mapolres Jakarta Barat, Senin (6/7/2020).

Pihak kepolisian langsung mengejar para pelaku tawuran. Dan dalam tempo kurang dari 24 jam, beberapa pelaku berhasil ditangkap beserta barang bukti.

Dalam aksi serang senjata tajam itu, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam, diantaranya clurit, parang, dan gergaji sepanjang semeter bersama enam pelaku kelompok ‘Romusha’, RR (23), AHA (30), BO (17), MAS (15), dan UF (17) yang diamankan terpisah.

Audie menjelaskan, pertikaian ini bermula saat geng ‘Romusha’ yang di pimpin RR ini melakukan live instagram saat tawuran di Pedongkelan-Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. 

Usai membuat kekacauan, komentar di media sosial bermunculan. Salah satunya kelompok RE dari ‘Pesing Koneng’ yang memprovokasi. 

Kesal ucapan miring kelompok mereka, kelompok Romusha menantang tawuran kelompok Pesing Koneng. "Mereka ketemu di Jalan Daan Mogot, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat sekitar pukul 04.30," terang Audie.

Keributan itu membuat seorang kelompok Romusha, MAS terkena bacokan. Sebagai ketua kelompok, RR menantang RE berduel. 

"RR pakai senjata golok gergaji besar yang dibuat secara rakit, RE kemudian kalah dengan luka di wajah dan lengan," ungkapnya.

Akibat perbuatan ini, pelaku terancam hukuman diatas 15 tahun penjara karena dianggap melanggar pasal 170 KUHP dan Undang undang darurat tahun 1951. (Tito)