Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah Tempatkan Rp 11,5 Triliun di BPD

Diantara BPD tersebut ada Bank DKI yang mendapat penempatan dana Rp 2 triliun

Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah Tempatkan Rp 11,5 Triliun di BPD
Ilustrasi

JAKARTA - Pemerintah Pusat melakukan penempatan dana negara untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) Rp 11,5 triliun ke bank pembangunan daerah (BPD). Sebelumnya pemerintah telah melakukan penempatan dana di Bank BUMN sebesar Rp 30 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ada tujuh BPD yang mendapatkan "Jatah" penempatan dana.

"Total anggaran untuk BPD yang sudah siap disalurkan Rp 11,5 triliun, dengan suku bunga sama seperti ke Himbara, 80 persen dari suku bunga repo," katanya, Senin (27/7/2020).

Rincian penempatan dana yaitu di Bank DKI sebesar Rp 2 triliun, Bank BJB Rp 2,5 triliun, Bank Jateng Rp 2 triliun, Bank Jatim Rp 2 triliun, dan Bank Sulutgo Rp 1 triliun. Adapun, dua BPD lainnya masih sedang dievaluasi untuk penempatan dana tersebut, yaitu BPD Bali dan BPD DIY dengan alokasi masing-masing Rp 1 triliun.

Tujuan penempatan dana tersebut adalah untuk mendorong ekonomi di daerah dalam rangka PEN. BPD tidak diperkenankan untuk membeli surat berharga negara (SBN) dan valas dengan dana tersebut.

Sebagai informasi, aturan penempatan dana ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara di Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Beleid itu diteken Sri Mulyani pada 22 Juni 2020 lalu.(Sp)