SPcom JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan penataan ulang terhadap posisi Patung Jenderal Besar Sudirman. Kebijakan ini diambil sejalan dengan mega proyek pengembangan kawasan integrasi antarmoda atau Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.
Penataan ini ditegaskan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai bentuk penghormatan agar jasa Jenderal Sudirman tetap dihargai dan posisinya lebih menonjol.
Pramono Anung ingin Patung Jenderal Sudirman ditempatkan pada posisi yang lebih representatif, lebih jelas terlihat, dan menarik perhatian warga yang melintas.
“Patung Sudirman tentunya kita harus memberikan apresiasi karena bagaimanapun ini adalah jenderal besar. Sehingga nanti kalau di Dukuh Atas akan dibangun, dikoneksikan, Patung Sudirman harus ditempatkan yang betul-betul di depan,” ujar Pramono, Kamis (2/10/2025).
Menurut Pramono, dengan penataan baru, Patung Jenderal Sudirman justru akan terlihat lebih baik, terutama bagi pengendara yang datang dari arah Jalan MH Thamrin.
“Malah ketika kita sebelum naik ke Dukuh Atas, kalau kita dari Thamrin, Patung Sudirman akan kelihatan dengan lebih jelas dan lebih enak untuk dilihat. Nanti akan kami atur untuk itu,” kata dia.
Proyek TOD Dukuh Atas Integrasikan 4 Moda Transportasi
Rencana penataan Patung Sudirman ini merupakan bagian dari percepatan proyek infrastruktur transportasi yang dibahas Gubernur Pramono Anung bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pada Senin (29/9/2025).
Proyek TOD Dukuh Atas yang ambisius ini nantinya akan menghubungkan dan mengintegrasikan empat moda transportasi berbasis rel sekaligus, yakni LRT (Jabodebek), MRT, KRL, dan Kereta Bandara.
Selain integrasi moda di Dukuh Atas, pembahasan juga mencakup rencana penggabungan Stasiun Karet dan Stasiun BNI untuk meningkatkan konektivitas secara keseluruhan.
Pramono optimis upaya ini akan membuat konektivitas transportasi di Jakarta semakin optimal.
“Dan kalau itu sudah terhubungkan maka semua yang melalui Dukuh Atas enggak kehujanan, tersambung dengan baik,” tutup Pramono.
