Pukuli Santri, 4 Alumni Pesantren di Pondok Cabe Ditangkap

Pemukulan dengan kayu rotan beralasan untuk memberi sanksi

Pukuli Santri, 4 Alumni Pesantren di Pondok Cabe Ditangkap
Ilustrasi

TANGSEL - Alumni sebuah pesantren di kawasan Pondok Cabe Ilir, ditangkap Polsek Pamulang setelah melakukan kekerasan kepada para santri juniornya.

Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari tiga santri yang mengaku dianiaya dengan kayu rotan oleh empat alumni. Para alumni tersebut sedang bekerja mengabdi di pesantren.

"Iya empat orang diamankan. Melakukan kekerasan sampai luka memar di punggung, lengan dan kepala karena disabet pakai rotan," ujar Supiyanto saat dikonfirmasi, Senin (12/9/2020).

Menurutnya, dari keterangan pelaku, mereka melakukan hal tersebut sebagai sanksi atas pelanggaran aturan di lingkungan pesantren.

"Mereka senior. Sudah lulus, tapi mengabdi di sana. Intinya kerja lah. Karena melanggar, salah satunya itu bawa handphone, maka si santrinya diberikan sanksi sama senior ini," tuturnya.

Namun, lanjut Supiyanto, pihak Polsek mengkonfirmasi terkait sanksi kepada pengelola pesantren. Tetapi pihak pengelola menjelaskan tidak adanya sanksi pemukulan.

"Memang enggak ada di aturan. Saya sudah konfirmasi ke pimpinan pesantren. Berarti kan mereka melanggar aturan sendiri, main hakim sendiri," tandasnya.

Para pelaku akan dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 23 Tahun 2002. Subsider pasal 351 sama 170 KUHP. "Korban semua di bawah 18 tahun dan kami juga sudah lakukan visum. Kalau pelaku semuanya dewasa," tuturnya.(Kor)