Puspom TNI Dapati Fakta 2 Oknum TNI AD Terlibat Penusukan Babinsa Pekojan

Sebelumnya oknum TNI AL Letda RW telah resmi menjadi tersangka kasus penusukan Serda Saputra

Puspom TNI Dapati Fakta 2 Oknum TNI AD Terlibat Penusukan Babinsa Pekojan
Danpuspom TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis

JAKARTA - Fakta baru terkait penusukan anggota Babinsa Pekojan, Serda Saputra hingga tewas terungkap. Tidak hanya oknum Marinir TNI AL, tetapi juga ada keterlibatan oknum TNI AD dan warga sipil.

Danpuspom TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis mengatakan, dari gelar perkara dan penyelidikan awal Puspom TNI telah menetapkan oknum TNI AL Letda RW menjadi tersangka. Namun dalam penyelidikan lanjutan, didapatlah fakta adanya keterlibatan oknum TNI lainnya.

"Kemudian tersangka lain, ada dua oknum TNI AD Sertu H, dan Koptu S. Ini sudah kami periksa barang bukti. Kemudian tersangka warga sipil enam orang," ungkap Eddy di Puspomal TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020).

Untuk tersangka warga sipil langsung diserahkan kepada pihak Polres Metro Jakarta Barat. Sementara oknum anggota TNI diproses sesuai hukum militer yang berlaku.

"Semua yang terkait tindak pidana semua sudah dijerat dan harus mempertanggungjawabkan sesuai dengan aturan hukum berlaku. Selanjutnya kami tunggu proses persidangan," tandasnya.

Serda Saputra tewas dianiaya di depan Hotel Mercure di Jalan Kali Besar, Tambora, Jakbar, pada Senin 22 Juni 2020, dini hari. Ia mengalami luka tusukan benda tajam di dada dan punggung saat berusaha melerai kedua pihak yang bersitegang di depan pintu hotel.(Sp)