Survey KPN, Elektabilitas Muhamad-Saraswati Juru Kunci

Azizah-Ruhama kejar elektabilitas Benyamin Davnie-Pilar

Survey KPN, Elektabilitas Muhamad-Saraswati Juru Kunci
Paparan hasil survey KPN

TANGSEL - Tokoh-tokoh yang akan bertarung dalam Pemilihan Wali kota (Pilwalkot) Tangerang Selatan (Tangsel) 2020 sudah mengkerucut. Partai-partai politik pun sudah ada yang berkoalisi untuk menentukan bakal calon wali-wakil wali kota.

Dalam survei yang diadakan oleh Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN), elektabilitas pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga berada di posisi pertama. 

Untuk posisi kedua diduduki oleh pasangan Siti Nur Azizah Ma'ruf-Ruhama Ben, sedangkan juru kunci dipegang pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Metode survey menggunakan multistage random sampling kepada 440 responden di Kota Tangsel dalam periode 17-24 Juli 2020. Sementara sampling of error sekitar 4,8%, pada tingkat kepercayaan 95%.

Survey yang dirilis pada Rabu (5//8/2020), di kawasan Ciater, Serpong, besaran elektabilitas pasangannya, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan: 37,5%; Siti Nur Azizah Ma'ruf-Ruhama Ben: 28%; dan Muhamad-Rahayu Saraswati: 26,2%.

Hasil tersebut merupakan elektabilitas gabungan individu yang sebagai berikut:

- Benyamin Davnie: 32,9%
- Muhammad: 25%
- Siti Nur Azizah: 21,5%
- Ruhama Ben: 6,5%
- Pilar Saga Ichsan: 4,6%
- Heri Gagarin: 4,2%
- Azmi Abu Bakar: 3,4%
- Rahayu Saraswati: 1,2%
- Dradjat Sumarsono: 0,7%

KPN juga mengukur tingkat popularitas kandidat, dengan hasil serupa. Benyamin berada di posisi teratas, sementara Rahayu Saraswati berada di posisi paling bawah untuk pasangan calon yang telah mendapat rekomendasi maju dari partai.

Sementara menurut Direktur Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul prediksi angka golput pada Pilkada Tangsel tahun ini meningkat, dari sebelumnya 44,9 persen.

“Ini harus menjadi perhatian bersama, bahwa angka golput bisa mencapai 55 persen,” ujarnya.

Adib menjelaskan dalam survei KPN yang dilakukan pada 17-24 Juli 2020 ini memunculkan hasil mengejutkan. Salah satunya angka golput yang meningkat hingga 10 persen dibanding pilkada tahun sebelumnya.

“Maka kami katakan bahwa pemenang pilkada dalam survei kami dalam kurun waktu ini adalah golput. Alasan terbesar warga pemilih enggan datang ke TPS karena takut terpapar virus Covid-19," tandasnya.(Kor)