Wakapolda Gadungan Tipu Rp 106 Juta Warga Solok

Berdalih bisa masukkan anaknya ke Sekolah Polisi

Wakapolda Gadungan Tipu Rp 106 Juta Warga Solok
Ilustrasi

SUMBAR - Seorang pria berinisial DH (49) mengaku sebagai Wakapolda Lampung. Ia menipu Iswan (50), warga Nagari Batu Bajanjang, Solok, Sumbar Rp 106 juta dengan dalih bisa memasukan anaknya ke Kepolisian.

Kasus ini bermula pada Mei 2020, saat Iswan bercerita kepada seorang pelaku E, bahwa dirinya hendak memasukan sang anak ke sekolah kepolisian.

Mendapat cerita itu, E mengaku memiliki paman yang saat ini menjabat sebagai Wakapolda Lampung dan bisa memasukkan anaknya ke sekolah kepolisian. Tanpa menaruh curiga, korban kemudian diberikan nomor telpon tersangka DH yang disebut sebagai Wakapolda Lampung

Hingga akhirnya, hubungan komunikasi dilakukan via telpon oleh korban dengan tersangka DH yang merupakan warga Kota Solok. Oleh DH, korban dimintai uang Rp 100 juta untuk biaya memasukkan anaknya ke kepolisian.

Korban yang tidak memiliki uang sebanyak itu kemudian berjanji untuk mencicilnya. Korban kemudian mencicil uang yang diminta dengan cara mengirimkan melalui rekening.

"Total keselurahan uang yang dikirimkan Rp 106.900.000,- oleh korban kepada tersangka melalui rekening atas nama RS," kata Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, Jumat (18/9/2020).

Namun kenyataannya yang dijanjikan Wakapolda Lampung gadungan tidak terbukti, anak korban yang mengikuti tes masuk polisi malah tidak lulus. Kemudian korban mencoba menghubungi tersangka, namun nomornya tidak bisa dihubungi.

Merasa tertipu, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolres Solok Kota. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas pelaku.

"Pelaku DH berhasil diamankan di kawasan Tikalak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok," terang Kapolres.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 2 unit handphone, 1 buku tabungan, 1 ATM, dan 2 stel pakaian.

Akibatnya, pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana kurungan 4 tahun penjara. Sementara pelaku E, hingga kini masih dalam pengejaran petugas.(Sp)