SPcom JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mencatat tren peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang tahun 2025. Hingga November, tercatat sebanyak 2.534.781 kasus ISPA, yang tingginya dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan kondisi lingkungan.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menekankan pentingnya respons optimal dalam penanganan kasus.
“Dinas Kesehatan DKI Jakarta senantiasa memantau dinamika kasus ISPA di seluruh wilayah Jakarta untuk memastikan respons penanganan berjalan optimal,” ujar Ani, Selasa (9/12/2025).
Mitigasi dan Imbauan Kesehatan
Untuk menekan lonjakan kasus dan mencegah komplikasi, Dinkes mengimbau masyarakat agar konsisten menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara ketat.
Langkah-langkah yang ditekankan meliputi:
- Wajib menggunakan masker saat sakit atau ketika kualitas udara memburuk.
- Rutin mencuci tangan menggunakan sabun.
- Menerapkan etika batuk dan menjaga daya tahan tubuh dengan nutrisi seimbang, hidrasi cukup, dan istirahat yang memadai.
- Segera mengakses layanan kesehatan jika timbul gejala gangguan pernapasan.
Ani menambahkan, vaksinasi tetap menjadi instrumen pencegahan efektif bagi kelompok berisiko tinggi. Pemprov DKI berupaya mengintegrasikan pendekatan promotif dan preventif melalui peningkatan kapasitas layanan kesehatan primer dan kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian faktor lingkungan, demi memastikan dampak ISPA tetap terkendali.
