Ruben Onsu akhirnya terlihat datang melayat pada Minggu (20/7) dini hari
SPcom JAKARTA – Kabar duka datang dari mantan istri Ruben Onsu, Sarwendah, yang ayahnya meninggal dunia pada Sabtu (19/9). Ibu tiga anak itu berusaha untuk ikhlas dan tegar melepas kepergian sang ayah, Hendrik Lo. Saat ini, jenazah masih disem diayamkan rumah duka Grand Heaven, lantaran keluarga berencana baru akan melakukan kremasi pada Rabu (23/7) lusa.
Sememtara Ruben Onsu akhirnya terlihat datang melayat pada Minggu (20/7) dini hari. Dalam unggahan Instagram-nya, Ruben menjelaskan ia saat itu sedang berada di Bali untuk urusan pekerjaan ketika menerima kabar duka dari anaknya, Onyo. Ia langsung mengatur tiket penerbangan ke Jakarta, meski terkendala delay.
Ruben baru bisa tiba di Jakarta sekitar pukul 23.30 WIB, dan langsung menuju rumah duka pukul 00.45 WIB. Sesampainya di sana, ia terlihat langsung memeluk adik bungsu Sarwendah, Denis, dan menangis di depan jenazah mendiang Yeye, sapaan akrab Hendrik Lo. Ia juga sempat menyentuh jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Sebelumnya, Sarwendah menjelaskan bahwa ayahnya meninggal dunia setelah dirawat secara insentif di rumah sakit selama lima hari.“Dirawat dari Rabu atau Kamis malam sih. Lima hari. Kayaknya Rabu deh kayaknya begitu,” ujar Sarwendah di rumah duka. Menurutnya, kepergian sang ayah sangat cepat serta mendadak, sempat ada pekerjaan di luar negeri akhirnya dibatalkan demi menemani sang ayah disaat terakhir.
“Memang cepat banget sih prosesnya, sebenarnya aku tadinya juga hari ini ada kerjaan ke Korea, tetapi tadi pagi kami cancel semuanya,” ucapnya. Wendah pun menceritakan kronologi penyakit sang ayah, yang awalnya hanya mengeluhkan sakit perut saja. “Papi memang tiba-tiba bilang kalau perutnya sakit, tapi udah ke dokter, dicek ada batu empedu, ternyata ada komplikasi,” tuturnya.
Komplikasi itu menyebar dengan waktu yang singkat sehingga menyebabkan fungsi organ vital lainnya mengalami kegagalan. “Jadi terakhir ada komplikasi lah ada gagal ginjal, gagal jantung, terus terakhir gagal pernapasan. Jadi makanya yang membuat semuanya begitu cepat,” jelas.Sarwendah. (SP)
