SPcom BANDUNG – Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, menegaskan bahwa wajah pendidikan nasional masih jauh dari harapan, meski konstitusi mengamanatkan anggaran sebesar 20% dari APBN dan APBD. Hal ini disampaikannya dalam Lokakarya Akademik di Bandung, Selasa (22/7).
Menurut Mekeng, keluhan siswa di daerahnya, Nusa Tenggara Timur (NTT), sering ia dengar. Mereka mempertanyakan ke mana anggaran pendidikan 20% yang seharusnya digunakan untuk perbaikan gedung sekolah, kesejahteraan guru, dan sarana prasarana yang masih minim.
Mekeng mengungkapkan, fakta di lapangan menunjukkan anggaran pendidikan digunakan secara tidak tepat. Ia menyebut, alokasi APBN untuk pendidikan kedinasan sebesar Rp104,5 triliun, melampaui alokasi untuk pendidikan formal.
“Ketimpangan ini perlu dikaji ulang agar kebijakan anggaran lebih proporsional,” tegas Mekeng.
Dengan alokasi anggaran yang tidak seimbang, rata-rata peserta didik hanya mendapat sekitar Rp1,4 juta per tahun, sedangkan mahasiswa kedinasan mendapat lebih dari Rp8 miliar. Fraksi Golkar MPR bertekad untuk memantau penggunaan anggaran pendidikan agar lebih tepat sasaran.
