Pembatasan ini justru memantik emosi sekelompok pengunjung, yang mengaku sebagai keluarga Nikita. Mereka sampai berdebat dan berteriak-teriak karena dilarang masuk
SPcom JAKARTA – Drama dan juga keributan yang acap mewarnai sidang Nikita Mirzani, membuat pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, mulai bertindak tegas. Seperti terlihat pada sidang lanjutan yang digelar Kamis (14/8) kemarin. Dimana sejumlah polisi dan petugas keamanan dalam pengadilan, mulai membatasi jumlah pengunjung yang akan masuk ke ruang siding.
Hal ini guna mengantisipasi kericuhan, seperti yang terjadi di sidang-sidang sebelumnya. Sebagai jalan keluar, pihak pengadilan menyediakan televisi layar lebar dalam tenda, yang dipasang di area parker. Tapi, pembatasan ini justru memantik emosi sekelompok pengunjung, yang mengaku sebagai keluarga Nikita. Mereka sampai berdebat dan berteriak-teriak karena dilarang masuk.
Padahal, mereka berdalih datang untuk membawakan Nikita makan siang. “Namun, sidang lainnya di PN Jakarta Selatan akan tetap berjalan normal. Pembatasan hanya untuk sidang Nikita Mirzani,” kata petugas PN Jakarta Selatan. Dalam sidang Nikita Mirzani kali ini, kurang lebih hanya ada 50 orang jurnalis saja yang boleh masuk ke ruang sidang.
Petugas juga melakukan pengaturan dan meminta awak media yang ada di depan ruang sidang untuk bisa meliput dari depan pengadilan. Tepatnya di area televisi yang telah disediakan. “Itu di luar yang teriak-teriak silahkan bisa di luar, tak harus masuk karena di luar juga sudah disediakan (layar televisi) bisa lihat dari situ,” kata petugas lagi. (SP)
