Bagi Quentin, setiap detik bersama sang ayah adalah kenangan paling indah. Ia menggambarkan Epy sebagai ayah yang kuat, berkomitmen, dan penuh pengorbanan
SPcom JAKARTA – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhum Epy Kusnandar, aktor senior yang dikenal luas lewat berbagai peran ikoniknya. Dua putra Epy, Quentin Stanislavski dan Damar Rizal Marzuki, membagikan kisah haru tentang kondisi sang ayah sebelum berpulang, serta kenangan dan pesan yang tertinggal. Quentin mengungkapkan bahwa sebelum meninggal, sang ayah mengalami penyumbatan di otak yang memengaruhi seluruh tubuhnya.
“Iya, papi itu ada penyumbatan di otaknya yang berpengaruh ke seluruh tubuh. Jadi susah bergerak, susah bernapas, kesadarannya juga hilang. Intinya sih stroke,” ujarnya. Tak ada wasiat khusus dari almarhum, namun Quentin masih mengingat jelas momen terakhir ketika Epy dalam keadaan sehat. “Terakhir ketemu papi ketika papi masih sehat itu dua hari lalu. Papi mau ke warung makan di Samali sekitar jam 8 malam. Aku lagi main laptop, dan papi cuma bilang, ‘pamit ya’. Tapi aku tidak tahu pamitnya mau ke mana.”
Bagi Quentin, setiap detik bersama sang ayah adalah kenangan paling indah. Ia menggambarkan Epy sebagai ayah yang kuat, berkomitmen, dan penuh pengorbanan. “Papi itu orang yang nekat dalam arti positif. Misalnya aku dan bunda mau sesuatu, dia pasti cari sampai dapat. Nggak cuma ngomong doang.”
Hingga kini Quentin masih menyimpan banyak barang peninggalan sang ayah, gesper, sepatu, hingga celana yang masih ia pakai meski agak longgar. Ia bertekad melanjutkan peran sang ayah sebagai penjaga keluarganya. “Aku akan menggantikan papi untuk menjaga bunda. Tapi untuk saat ini, aku biarin dulu bunda mau sedih. Gapapa sedih dulu, mau marah juga gapapa, sampai bunda merasa cukup.”
Anak lainnya, Damar Rizal Marzuki, juga mengenang kedekatannya dengan sang ayah meskipun sejak kecil mereka tinggal terpisah. “Banyak banget cerita bersama Papap. Dari kecil Papap itu sosok yang selalu dirindukan. Saya tinggal di Garut, Papap di Jakarta, jadi ketemunya jarang karena Papap sibuk.”
“Papap itu inspirasi dan motivasi saya untuk melakukan sesuatu, terutama di bidang seni. Di seni apa pun, Papap selalu mendukung.” Salah satu mimpi terbesar Damar yang sempat terwujud adalah bermain film bersama sang ayah. “Iya, sempat main film bareng Papap, dan itu bagian dari impian saya.” (SP)
