SPcom ACEH UTARA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Rabu (31/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, Muzani menyalurkan 5.000 paket sembako dan obat-obatan untuk warga di Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.
Secara total, MPR RI menyalurkan 15.000 paket bantuan yang dibagi rata ke tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti susu, minyak goreng, mi instan, popok bayi, hingga perlengkapan medis darurat.
Kondisi Memprihatinkan di Aceh Utara
Berdasarkan tinjauan lapangan, Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa seluruh wilayah Kabupaten Aceh Utara terdampak bencana. Dari 27 kecamatan, sebanyak 25 kecamatan mengalami kerusakan berat, sementara dua lainnya rusak ringan.
“Ada lebih dari 100 ribu warga mengungsi. Banyak yang terpaksa menumpang di sekolah dan masjid karena hunian sementara belum mencukupi. Kondisi psikologis warga sangat memprihatinkan karena kehilangan rumah, ternak, hingga lahan pertanian,” ujar Muzani.
Masyarakat setempat berharap pemerintah segera memulihkan akses jalan dan membangun rumah singgah sementara sebelum memasuki bulan Ramadhan agar kehidupan bisa kembali normal.
Prioritas Pendidikan dan Layanan Gratis
Dalam pemulihan pascabencana, Muzani yang didampingi Wakil Ketua MPR Abcandra Akbar serta perwakilan kementerian terkait, menekankan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai menyalurkan paket kebutuhan sekolah (school kit) agar anak-anak tidak putus sekolah.
Pemerintah juga memberikan sejumlah kebijakan khusus bagi masyarakat terdampak:
- Kesehatan: Layanan BPJS Kesehatan akan digratiskan bagi warga di wilayah bencana.
- Pertanahan: BPN memberikan layanan sertifikasi tanah gratis bagi warga yang kehilangan dokumen akibat banjir.
- Infrastruktur: Percepatan pembangunan kembali rumah yang hancur oleh pemerintah pusat.
Semangat Gotong Royong Bangsa
Ahmad Muzani mengapresiasi sinergi antara TNI, Polri, BNPB, Kemensos, serta para relawan dalam menangani masa tanggap darurat. Ia menegaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto sangat fokus pada pemulihan kehidupan masyarakat.
“Bantuan ini memang terbatas, namun yang paling utama adalah rasa kebersamaan. Kegotongroyongan bangsa Indonesia adalah warisan yang harus terus kita pertahankan, terutama di saat saudara kita tertimpa musibah,” pungkas Muzani.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat serta Wakil Menteri Kesehatan Benny Oktavianus untuk memastikan koordinasi penanganan lapangan berjalan maksimal.
