suryapagi.com
NASIONALNEWS

PWI dan Bakom Perkuat Literasi Informasi & Industri Pers

SPcom JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI membahas peluang kerja sama untuk memperkuat ekosistem informasi nasional, meningkatkan literasi publik, dan menjaga keberlangsungan industri pers di tengah persaingan dengan platform digital global.

Pembahasan itu mengemuka dalam pertemuan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dengan Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan di Ruang Rapat PWI Pusat, Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Akhmad Munir mengatakan, wartawan berperan penting sebagai tulang punggung dalam memberikan literasi informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat. Karena itu, penguatan kompetensi, etika, dan kualitas wartawan perlu menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat siapa pun dapat memproduksi dan menyebarkan informasi. Kondisi ini menuntut wartawan tetap menjaga kompetensi, etika, dan kaidah jurnalistik.

“Di tengah situasi yang serba instan seperti sekarang, siapa pun bisa menjadi wartawan, siapa pun bisa menjadi redaktur, dan siapa pun bisa menjadi produser. Di sinilah pentingnya penguatan kompetensi dan etika wartawan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara sumber informasi pemerintah dan wartawan. Bakom dinilai memiliki data dan informasi kebijakan pemerintah yang dapat disampaikan kepada masyarakat melalui jaringan media.

Dengan koordinasi tersebut, informasi tentang kebijakan dan program pemerintah diharapkan tersampaikan berdasarkan data, fakta, dan waktu yang tepat, sehingga kesimpangsiuran informasi di ruang publik berkurang.

Munir juga menyoroti perlunya kehadiran negara untuk memperkuat industri pers nasional. Industri pers kini menghadapi tekanan dari platform digital global, persaingan bisnis lokal, dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Salah satu isu utama adalah penerapan publisher rights atau hak penerbit. Perjuangan melindungi produk jurnalistik, menurutnya, harus dilanjutkan agar industri pers memperoleh kesetaraan nilai ekonomi dengan platform digital.

“Padahal, yang kita inginkan adalah adanya kesetaraan dalam menentukan nilai ekonomi atas produk jurnalistik. Sementara itu, kita masih belum memiliki kekuatan yang cukup untuk memperjuangkan hal tersebut. Ini merupakan perjuangan panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, PWI memiliki jaringan di berbagai daerah dengan hampir 35 ribu anggota. Jaringan ini dapat menjadi kekuatan untuk memperluas penyebaran informasi dan meningkatkan literasi masyarakat hingga tingkat daerah.

“DNA PWI jangan diragukan. DNA PWI adalah organisasi wartawan yang memiliki nilai kejuangan dan perjuangan. PWI dilahirkan oleh wartawan-wartawan pejuang yang turut mengantarkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai perjuangan itu terus kita jaga dan relevansikan hingga masa mendatang,” beber dia.

Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan menyambut baik peluang kerja sama dengan PWI. Ia menilai kolaborasi dengan insan pers penting untuk menghadapi ekosistem komunikasi yang kian dipengaruhi perusahaan teknologi besar.

Menurut Syahganda, media sosial dan algoritma platform digital telah mengubah pola persebaran informasi. Informasi dari media arus utama tidak selalu menjadi perhatian utama masyarakat, karena percakapan di media sosial dapat berkembang ke arah berbeda.

“Sekarang, tren big data tersebut sudah dikombinasikan dengan ChatGPT dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dunia menjadi semakin canggih,” ujarnya.

Ia mencontohkan informasi tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebarkan secara luas. Namun, yang justru ramai terekspos di media sosial akibat algoritma adalah informasi seputar kasus keracunan.

“Ini merupakan dunia baru yang harus kita pahami. Kita tidak bisa melawan kekuatan platform begitu saja,” kata Syahganda.

Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto menginginkan Bakom berperan serius dalam mengomunikasikan kebijakan dan program pemerintah. Karena itu, Bakom membangun koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital serta pihak yang menangani ruang siber.

Syahganda menegaskan, kerja sama dengan wartawan harus tetap mengedepankan kompetensi dan etika jurnalistik. Ia berharap wartawan menjaga prinsip profesi dan melakukan konfirmasi atas informasi yang belum jelas.

Ia juga menyatakan perlunya perhatian bersama terhadap keberlangsungan industri media nasional, termasuk media lokal. Pemerintah, kata dia, terbuka bekerja sama dengan perusahaan pers untuk mendukung hal tersebut.

“Kami siap membangun kerja sama dengan para pemangku kepentingan, dengan insan pers, baik wartawan maupun pemilik media dan perusahaan pers,” ujarnya.

Syahganda berharap hubungan Bakom dengan PWI terus terjalin melalui komunikasi dan pertukaran masukan. Ia bahkan membuka peluang penyediaan ruang bersama bagi PWI di gedung baru Bakom yang direncanakan mulai ditempati tahun depan.

“Dulu, ketika saya masih menjadi aktivis buruh, saya pernah mendapatkan ruangan di sebuah tempat. Semua organisasi saat itu juga diberikan ruangan. Jadi, kalau memungkinkan, nanti kita siapkan juga ruangan, termasuk untuk teman-teman PWI,” tandasnya.

Related posts

Eddy Soeparno Sebut Paus Fransiskus Warisan Kemanusiaan Abadi

Sandi

Berdua Dikontrakan, Ayah Perkosa Putri Kandung Berkali-kali

Ester Minar

UP PKB Kedaung Angke Gelar Donor Darah dan Baksos

Sandi

Leave a Comment