suryapagi.com
NASIONALNEWS

Dokter Kandungan di Garut Lecehkan Pasien, F-PKB MPR RI Lontarkan Kecaman

Dalam pernyataannya di Gedung Parlemen, belum lama ini, Neng Eem menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan yang mencoreng martabat dunia medis

SPcom JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, yang juga merupakan Anggota Komisi IX DPR RI, menyampaikan kecaman keras terhadap kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter kandungan saat proses pemeriksaan USG terhadap pasiennya di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam pernyataannya di Gedung Parlemen, belum lama ini, Neng Eem menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan yang mencoreng martabat dunia medis.

Ia menegaskan, pelaku harus diproses secara hukum dan diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. “Kami sangat prihatin dan marah atas kejadian ini. Dunia kedokteran seharusnya menjadi tempat yang aman dan penuh kepercayaan, bukan justru menjadi ruang terjadinya kekerasan seksual. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” tegasnya. Neng Eem mendesak Kepolisian, khususnya Polda Jawa Barat, untuk mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap pelaku demi keadilan bagi korban dan pencegahan kejadian serupa di masa depan.

“Ini bukan sekadar pelanggaran etik, tapi kejahatan seksual. Kami minta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas,” ujarnya. Selain itu, Neng Eem juga mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan etika profesi dalam dunia kedokteran. Ia menyoroti bahwa dalam kurun waktu satu minggu terakhir, dua kasus serupa telah mencuat ke publik — selain kasus di Garut, juga kasus kekerasan seksual oleh seorang dokter residen anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

“Ini alarm serius bagi dunia kesehatan kita. Kemenkes tidak bisa tinggal diam. Harus ada langkah konkret dan sistemik agar kasus serupa tidak terus terulang,” kata Neng Eem. Sebagai wakil rakyat yang membidangi urusan kesehatan, Neng Eem menegaskan bahwa F-PKB MPR RI akan terus mengawal kasus ini dan mendorong pembenahan besar-besaran dalam perlindungan pasien, khususnya perempuan, dari kekerasan seksual di ranah medis. (SP)

Related posts

Heboh! Penumpang Bus Kehilangan Laptop-Ipad, Diganti Buku-Air Mineral

Ester Minar

Nadiem Makarim Resmi Tetapkan Seragam Sekolah Baru

Ester Minar

Viral, Pria Mengaku Jadi Joki Vaksin, Disuntik 16 Kali dan Dibayar Ratusan Ribu

Ester Minar

Leave a Comment