Kemungkinan kehilangan istri, membuat Eza sempat mencari bantuan profesional. Ia mengaku datang ke psikolog untuk mengatasi trauma dan luka batinnya
SPcom JAKARTA – Setelah tujuh tahun membangun bahtera rumah tangga, aktor Eza Gionino dihadapkan pada kenyataan pahit: istrinya, Meiza Aulia, resmi menggugat cerai dirinya pada 29 Agustus 2025. Gugatan ini datang sebagai kejutan, terlebih keduanya selama ini dikenal harmonis dan jauh dari gosip miring.
Yang membuat publik lebih terkejut, gugatan cerai ini menyeruak tak lama setelah Eza kehilangan ibunda tercintanya. Nama sang ibu pun kembali terseret dalam konflik rumah tangga ini, seolah luka lama kembali dibuka.Eza dengan tegas menolak jika almarhum ibunya dikaitkan dalam masalah pernikahannya saat ini. “Tolong jangan bawa-bawa almarhumah ibu saya. Beliau sudah tenang di surga, dan tidak ada kaitannya dengan masalah ini,” ujar Eza, Sabtu (13/9/2025), dengan nada tegas namun penuh emosi.
Kisah cinta Eza dan Meiza dulu begitu dramatis, terutama karena pernikahan mereka awalnya tidak direstui sang ibu. Namun waktu membuktikan bahwa cinta mereka bisa bertahan. Bahkan, Eza berada di sisi ibunya di saat-saat terakhir sebelum meninggal dunia, menunjukkan bahwa hubungan ibu dan anak itu akhirnya pulih.
“Saya ada di sana saat ibu menghembuskan napas terakhir. Saya sendiri yang turun ke liang lahat. Saya nggak pernah menyangka akan ditinggal secepat itu,” kenangnya pilu. Ditinggal ibu, dan kini menghadapi kemungkinan kehilangan istri, membuat Eza sempat mencari bantuan profesional. Ia mengaku datang ke psikolog untuk mengatasi trauma dan luka batinnya.
“Saya ke psikolog, karena rasanya berat banget. Saya nggak mau kehilangan orang yang saya sayang lagi,” ungkapnya lirih. Eza kini berharap, jika masih ada celah untuk mempertahankan rumah tangganya, ia ingin mencoba. “Kalau masih bisa diperbaiki, saya akan usahakan. Saya nggak siap kehilangan lagi,” tutupnya dengan mata berkaca-kaca. (SP)
