Banyak pihak menduga bahwa sosok Bjorka sejati masih belum terungkap, dan WFT hanyalah pelaku tiruan atau “copycat”
SPcom JAKARTA – Nama hacker Bjorka kembali mencuat ke publik setelah menghebohkan dunia maya dengan aksi peretasan yang menggemparkan. Sosok misterius ini sempat menjadi perbincangan hangat karena mengklaim telah membobol berbagai data penting dari perusahaan swasta, BUMN, hingga institusi negara. Puncaknya, pada tahun 2024, Bjorka diduga meretas data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.
Ia mengunggah sekitar 6 juta data NPWP ke forum hacker Break Forums, bahkan termasuk data milik Presiden Jokowi dan keluarganya. Namun, nasib berbalik arah. Pada Kamis, 2 Oktober 2025, Tim Siber Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pria berinisial WFT (22 tahun) asal Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, yang mengaku sebagai Bjorka. Saat diamankan, WFT mengungkap bahwa dirinya telah meretas hingga 4,9 juta data nasabah dari salah satu bank nasional.
Ia diperlihatkan ke publik dalam konferensi pers mengenakan baju tahanan oranye dan masker. Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menyampaikan bahwa WFT aktif di dark web sejak 2020. Ia menggunakan berbagai nama samaran seperti SkyWave, Shint Hunter, hingga Oposite6890. “Tujuan perubahan nama ini untuk menyamarkan identitas, agar sulit dilacak oleh aparat penegak hukum,” ujar Fian.
Namun, meski WFT sudah ditangkap, publik masih meragukan kebenaran bahwa dia adalah Bjorka yang asli. Banyak pihak menduga bahwa sosok Bjorka sejati masih belum terungkap, dan WFT hanyalah pelaku tiruan atau “copycat”. (SP)
