SPcom JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), meluncurkan bukunya “Negara Sejahtera Berlandaskan Etika” dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara (FDABB) di Islamic Book Fair (IBF), JCC Senayan. HNW menekankan bahwa etika adalah fondasi utama bagi eksistensi dan kesejahteraan bangsa.
HNW mengutip Syawqi Bey, “suatu bangsa hanya akan tetap eksis selama etika masih dijunjung tinggi.” Politisi PKS ini menegaskan, etika bukan sekadar nilai abstrak, melainkan prinsip fundamental yang tertanam dalam Pancasila, khususnya sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.
Ia mengingatkan, Pembukaan UUD 1945 menegaskan cita-cita Indonesia sebagai negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Pencapaian kesejahteraan umum tidak bisa dilepaskan dari pondasi etik yang kokoh, sebagaimana termaktub dalam alinea keempat UUD 1945 dan sila kelima Pancasila.
HNW menggarisbawahi pentingnya sosialisasi kembali TAP MPR No. VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yang masih relevan. Buku yang diluncurkannya menjadi refleksi atas anomali antara nilai etika ideal dan realitas di lapangan.
“Buku ini hadir sebagai pengingat, bahwa negara yang ingin hadirkan kesejahteraan bagi warganya haruslah berlandaskan etika,” terang HNW. Ia berharap, rujukan ideologi dan cita-cita mulia kemerdekaan dapat mengatasi dinamika sosial-politik dan mengingatkan semua pihak pada komitmen beretika.
Forum ini menjadi bagian dari komitmen MPR RI untuk menguatkan pemahaman konstitusi dan praktik nilai kebangsaan melalui pendekatan etis dan religius, demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
