SPcom JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan bahwa koperasi bukan sekadar entitas bisnis, melainkan instrumen penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Hal ini disampaikannya dalam diskusi kebangsaan bertajuk “Koperasi Hebat, Indonesia Kuat” di Gedung MPR RI, Selasa (9/7).
Ibas mengatakan, koperasi memiliki peran vital dalam mengatasi berbagai isu sosial dan ekonomi, seperti mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Koperasi adalah alat pencapaian SDGs, sehingga ada tujuan besar di sana, bersama-sama negara, bersama-sama anak bangsa,” ujar Ibas.
Mengutip data Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), Ibas menyebut 279 juta orang di dunia bekerja dalam koperasi. Di Indonesia, koperasi dapat menjadi jembatan antara petani dan pasar, nelayan dan industri, serta UMKM dan akses modal.
Ibas mengajak semua pihak untuk segera bertindak tanpa menunggu situasi ideal. “Tidak perlu menunggu kata siap, cukup satu koperasi yang berani, maka yang lain akan mengikuti,” tegasnya.
Ia juga menekankan peran negara sebagai pendorong dan pengarah, bukan pengendali, dalam memajukan koperasi.
Diskusi ini menjadi momentum penting menjelang Hari Koperasi Nasional untuk memperkuat komitmen terhadap peran koperasi sebagai pilar ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
