SPcom JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menerima kunjungan delegasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Pertemuan ini membahas penguatan layanan haji melalui keterlibatan aktif mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Timur Tengah.
Delegasi PPI Dunia dipimpin oleh Koordinatornya, Andika Ibrahim Nasution (mahasiswa University of Jordan), didampingi perwakilan mahasiswa dari Mesir, Yaman, Belanda, hingga Prancis. Mereka menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif Hidayat dalam memperjuangkan penambahan kuota petugas haji dari unsur mahasiswa.
Keahlian Bahasa dan Pemahaman Budaya
Andika Ibrahim menjelaskan bahwa mahasiswa di Timur Tengah memiliki keunggulan strategis sebagai petugas haji. Selain fasih berbahasa Arab, mereka memahami kondisi geografis serta budaya lokal di Mekkah dan Madinah.
“Petugas dari kalangan mahasiswa sering menjadi tulang punggung dalam memecahkan masalah jamaah di lapangan yang sering kali melebihi tugas pendamping kloter,” ujar Andika.
Hal senada disampaikan Jibril Mahawisesa Perbowo, mahasiswa Yarmouk University. Ia menceritakan pengalamannya saat bertugas pada 2024, di mana kemampuan bahasanya sangat krusial dalam membantu mengurus jenazah jamaah yang meninggal di hotel karena tidak ada rombongan lain yang bisa berkomunikasi dengan pihak setempat.
Keputusan Mengikat untuk Haji 2026
Merespons aspirasi tersebut, Hidayat Nur Wahid, yang akrab disapa HNW, memastikan bahwa perjuangan di Komisi VIII DPR RI telah membuahkan hasil. Saat ini, penambahan kuota petugas haji dari kalangan mahasiswa telah disepakati sebagai keputusan yang mengikat antara legislatif dan pemerintah.
“Alhamdulillah, Komisi VIII dan kementerian terkait sudah sepakat. Sekarang tinggal menentukan jumlah pasti bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk keberangkatan tahun 2026,” tegas HNW.
Hidayat menekankan tiga alasan utama mengapa mahasiswa Timur Tengah sangat dibutuhkan:
- Komunikasi: Penguasaan bahasa Arab yang mumpuni.
- Kompetensi: Pemahaman mendalam mengenai aturan dan fiqih haji.
- Fisik Prima: Kesiapan tenaga dalam memberikan pelayanan optimal bagi jamaah.
Mendukung Kader Ulama Masa Depan
Selain meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji Indonesia, kebijakan ini juga dinilai sebagai bentuk dukungan nyata bagi keberlangsungan pendidikan para mahasiswa. Dengan menjadi tenaga musiman, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga sekaligus dukungan finansial untuk studi mereka sebagai calon kader ulama dan pemimpin bangsa.
“Kami meminta kementerian terkait melakukan rekrutmen lebih luas bagi mahasiswa di Timur Tengah. Ini adalah langkah profesional sekaligus investasi bagi masa depan kader ulama kita,” tutup HNW.
