SPcom JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (Rerie), menekankan pentingnya pola asuh keluarga yang baik sebagai fondasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing. Pernyataan ini muncul di tengah tingginya angka kekerasan yang didominasi perempuan, yang salah satu penyebabnya adalah pola asuh yang buruk.
Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat 11.850 laporan kasus kekerasan dengan lebih dari 12.000 korban (mayoritas perempuan) sepanjang Januari hingga 12 Juni 2025. Analisis PPPA mengindikasikan pola asuh keluarga yang tidak baik menjadi salah satu penyebab utama.
Menurut Rerie, pola asuh keluarga sangat memengaruhi perkembangan fisik, emosional, sosial, dan intelektual anak. “Dengan mulai mendorong pola asuh keluarga yang baik, upaya untuk membentuk anak menjadi pribadi yang mandiri, sehat, berakhlak mulia, dan siap beradaptasi dalam masyarakat dapat diwujudkan,” jelas anggota Komisi X DPR RI ini.
Rerie mendorong semua pihak untuk berperan aktif, dimulai dari lingkungan keluarga, dalam menjawab tantangan ini. Ia berharap pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah dapat membangun kolaborasi kuat untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pembangunan SDM nasional yang berdaya saing di masa depan.
