suryapagi.com
HEADLINENEWS

Presiden Trump Bredel Voice Of America, Ribuan Jurnalis Kehilangan Pekerjaan

Penutupan VOA dianggap sebagai puncak dari upaya pengendalian media penyiaran milik pemerintah AS

SPcom JAKARTA – Setelah 157 hari nonaktif, para jurnalis dan staf Voice of America (VOA) diinstruksikan kembali ke kantor pada Selasa (19/8/2025). Mereka diminta mengambil barang-barang pribadi dan perlengkapan kerja yang masih tersisa di ruang redaksi.Momen mengharukan itu terekam oleh jurnalis VOA, Eva Mazrieva, melalui kamera ponsel dan menjadi viral di media sosial. Salah satu video diunggah oleh akun Instagram @jakarta.terkini pada Sabtu (23/8). Dalam video tersebut, tampak setiap pegawai yang memasuki gedung mendapat pendampingan khusus dari petugas keamanan.

Proses berlangsung di bawah pengawasan ketat, termasuk pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bawaan. Setiap koper yang dibawa harus melewati mesin pencitraan x-ray untuk memastikan tidak ada peralatan kantor atau aset lembaga yang dibawa keluar. VOA, lembaga penyiaran internasional milik pemerintah Amerika Serikat, sebelumnya telah resmi menghentikan seluruh operasionalnya. Semua karyawan, mulai dari reporter hingga manajer senior, menerima surat pemberhentian kerja sejak Sabtu (15/3).

Suasana perpisahan terekam dalam unggahan Eva Mazrieva. Dalam video pendek tersebut, para pegawai terlihat bergegas mengosongkan meja kerja dan membawa barang pribadi mereka. Eva menyebut proses itu hanya berlangsung selama satu jam di bawah pengawasan manajemen. “Setelah 157 hari dirumahkan, hari ini kami diberi waktu satu jam untuk mengambil barang. End of Us? #savevoa,” tulis admin @jakarta.terkini mengutip Eva, Sabtu (23/8). “Sedikitnya 1.300 pegawai kehilangan pekerjaan, termasuk sekitar 1.000 jurnalis. Ini menjadi kali pertama dalam delapan dekade, VOA tidak lagi hadir menyajikan berita kepada publik dunia,” lanjutnya.

Secara hukum, VOA seharusnya memiliki independensi editorial yang terlindungi dari intervensi politik mana pun. Namun, selama masa pemerintahan Donald Trump, VOA kerap mendapat sorotan tajam. Trump menuding lembaga ini memiliki bias liberal. Penutupan VOA dianggap sebagai puncak dari upaya pengendalian media penyiaran milik pemerintah AS. Sebelumnya, Gedung Putih menunjuk Kari Lake, mantan pembawa berita berhaluan kanan, sebagai pemimpin baru VOA.

Bahkan sebelum resmi menjabat, aturan baru telah melarang jurnalis VOA menyampaikan kritik terhadap Trump. Sabtu lalu, Gedung Putih merilis pernyataan resmi yang mengecam VOA sebagai penyebar “propaganda radikal” dan menuding para pegawainya memiliki bias politik yang kuat. (SP)

Related posts

Kayu Banjir Sumatera, Kapolri Temukan Bekas Gergaji Mesin

redaksi

Remaja Tewas Dibacok Celurit Saat Tawuran Antar Pelajar

Ester Minar

KPU Minta Belasan Parpol Perbaiki Laporan Awal Dana Kampanye

Ester Minar

Leave a Comment