Tak hanya dirusak, rumah dua lantai milik Uya juga dicoret dengan vandalisme, dijebol temboknya, dan kacanya dipecahkan
SPcom JAKARTA – Presenter sekaligus anggota DPR RI, Uya Kuya, mendadak jadi sorotan usai rumahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, dijarah massa, Sabtu malam (30/8). Aksi ini dipicu oleh kemarahan publik atas viralnya video Uya berjoget dalam sidang pidato kenegaraan Presiden—yang dianggap tak berempati di tengah isu tunjangan DPR senilai Rp 50 juta per bulan. Tak hanya dirusak, rumah dua lantai milik Uya juga dicoret dengan vandalisme, dijebol temboknya, dan kacanya dipecahkan.
Bahkan, menurut Uya, kucing peliharaannya ikut dijarah. Meski demikian, Uya memilih untuk merespons dengan kepala dingin. Dalam unggahan Instagram Story-nya, ia hanya menuliskan kalimat singkat penuh makna: “Semoga apa yang kalian ambil bermanfaat buat kalian.” Setelah jadi bulan-bulanan kritik, Uya akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik Indonesia.
“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam… atas apa yang saya lakukan, baik sengaja maupun tidak sengaja,” tulisnya di akun @king_uyakuya. Dalam pernyataannya, Uya juga menyampaikan bahwa ia tidak berniat menimbulkan kegaduhan, dan berjanji untuk lebih berhati-hati dan serius menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
“Beri saya kesempatan sekali lagi, untuk berbuat lebih baik lagi, lebih maksimal lagi dari apa yang sudah saya lakukan selama ini,” ujarnya. Meski Uya menyatakan ikhlas atas penjarahan yang dialaminya, termasuk kehilangan hewan peliharaan, reaksi publik tetap terbelah. Sebagian warganet mengapresiasi sikap terbukanya, namun tak sedikit pula yang menyayangkan kurangnya empati sejak awal dan mempertanyakan keseriusannya sebagai anggota DPR. (SP)
