Kerugian material yang dialami Uya Kuya sekeluarga tak main-main, meliputi barang besar seperti piano, kursi pijat, hingga barang tak ternilai harganya, yaitu lagu ciptaan Uya untuk Astrid saat pernikahan
SPcom JAKARTA – Setelah hampir satu bulan menahan diri, Uya Kuya dan sang istri, Astrid, akhirnya memberanikan diri mendatangi rumah mereka yang dijarah massa pada 30 Agustus lalu. Uya menjelaskan bahwa ia belum tega melihat kondisi rumahnya yang hancur setelah dijarah secara brutal.
Dalam video yang diunggah, pasangan ini terlihat pilu. Astrid tak kuasa menahan kesedihan melihat barang-barang pribadinya hilang. Kerugian material yang dialami Uya Kuya sekeluarga tak main-main, meliputi barang besar seperti piano, kursi pijat, hingga barang tak ternilai harganya, yaitu lagu ciptaan Uya untuk Astrid saat pernikahan.
“Piano lho Mba, sama ini kursi pijet gimana caranya coba. Orang sampe closet, cuci tangan enggak ada,” ucap Astrid dengan nada sedih. Tak hanya kerugian materi dan luka psikologis yang mendalam bagi keluarganya, kerugian juga menimpa orang terdekat mereka yang tinggal bersama, termasuk adik dan asisten rumah tangga.
Meski dikenal selalu ceria, Uya Kuya tak bisa menahan amarahnya. Ia menyampaikan pesan tegas kepada para pelaku: “Silakan maki-maki saya, kalian mau fitnah saya apa pun, kalian marah sama saya, tapi jangan fitnah keluarga saya, jangan hina anak-anak saya, saya aja sasaran kalian,” tegas Uya. Ia meminta segala bentuk kebencian dan kritik hanya ditujukan padanya, bukan pada istri dan anak-anaknya. (SP)
