Dugaan penggelapan uang perusahaan sebesar 23 miliar yang dilakukan oleh Ahmad, memantik akumulasi kekecewaan Tasya, yang merasa dikhianati oleh sang suami
SPcom JAKARTA – Sidang perdana perceraian Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf, di gelar di Pengadilan Agama Jakarta Sselatan, Rabu (24/9) kemarin. Sidang mengagendakan mediasi antara kedua pihak yang berperkara. Menariknya, Tasya hadir ke Pengadilan Agama memakai mobil mewah, dengan mengenakan blazer lengan panjang, dilengkapi tas mewah koleksinya.
Sementara saat menunggu sidang, baik Tasya maupun Ahmad yang duduk saling berhadapan, tetapi ibarat dua orang yang tak saling kenal. Mereka tak saling menatap, apalagi bertegur sapa. Dalam sidang perdana inipun terungkap, jika perselisihan terus menerus menjadi alasan utama Tasya, yang dinikahi Ahmad pada 2018 lalu, menggugat cerai sang suami.
Selain itu, ada pula dugaan penggelapan uang perusahaan sebesar 23 miliar, yang dilakukan oleh Ahmad. Semua persoalan ini memantik akumulasi kekecewaan Tasya, yang merasa dikhianati oleh sang suami. “Untuk dugaan penggelapan, kami sudah siapkan bukti-bukti yang ada. Nilainya cukup besar menyentuh puluhan M. Nanti media juga akan tahu detailnya,” ujar Sangun Ragahdo dan Riphat, tim kuasa hukum Tasya.
Dugaan penggelapan uang perusahaan dengan nilai yang sangat fantastis itu, ditengarai terjadi sejak 2023, seiring diangkatnya Ahmad aAssegaf menjadi Chief of Finance, di perusahaan sang istri. Terkait masalah ini, pihak Tasya juga sudah melayangkan somasi, dan siap melaporkan kasus ini ke polisi. Fakta lain juga diungkap tim kuasa hukum Tasya terkait gonjang-ganjing rumah tangga klien mereka. Dimana Tasya mengaku, jika dirinya sudah ditalak oleh sang suami, sejak 10 September lalu. Mereka pun kemudian langsung memilih untuk pisah rumah.
Sementara untuk menyindir sang suami, yang tidak pernah memberikan nafkah yang layak buat keluarga, Pihak Tasya sengaja hanya mengajukan tunjangan nafkah sebesar 100 Rupiah, tanpa adanya gugatan harta gono-gini. Sementara untuk Hak Asuh Anak, disepakati jatuh ke tangan Tasya. (SP)
